Eva Yunita – Oke Gas Indonesia | Energi Positif Informasi Terkini! https://okegas.id Mon, 11 May 2026 07:39:46 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.2 https://storage.googleapis.com/img.okegas.id/2024/01/cbcdfcfc-iconokegas-36x36.png Eva Yunita – Oke Gas Indonesia | Energi Positif Informasi Terkini! https://okegas.id 32 32 Tingkatkan Daya Saing UMKM Lokal, Diskoperindag Berau Gelar Bimtek di Pulau Derawan  https://okegas.id/tingkatkan-daya-saing-umkm-lokal-diskoperindag-berau-gelar-bimtek-di-pulau-derawan/ https://okegas.id/tingkatkan-daya-saing-umkm-lokal-diskoperindag-berau-gelar-bimtek-di-pulau-derawan/#respond Mon, 11 May 2026 07:39:29 +0000 https://okegas.id/?p=12753 OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau (Pemkab) melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong penguatan sektor UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai penopang ekonomi daerah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pelaku UMKM di Pulau Derawan selama tiga hari, mulai 11 hingga 14 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Unit Pelaksana Teknis Industri Makanan dan Minuman Kemasan Provinsi Jawa Timur yang memberikan materi terkait desain kemasan, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran bagi pelaku usaha lokal.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.

Menurutnya, Pemkab Berau telah menetapkan sektor pariwisata dan UMKM sebagai salah satu sektor unggulan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

“Pemerintah daerah berharap UMKM dan IKM di Berau bisa terus berkembang dan memiliki daya saing. Salah satunya melalui peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mendesain dan membranding produknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain pelatihan peningkatan kapasitas, Diskoperindag juga memberikan pendampingan terkait legalitas usaha, akses pembiayaan, hingga perluasan pemasaran produk lokal.

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan pelatihan desain produk dan pengemasan agar produk UMKM memiliki nilai tambah dan lebih menarik di pasar. Dengan branding yang baik, produk lokal diharapkan mampu menjadi pilihan oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Berau.

“Kalau kemasan dan branding produk bagus, tentu akan lebih mudah dikenal dan diminati konsumen. Kita ingin produk UMKM lokal layak menjadi buah tangan bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” katanya.

Pulau Derawan dipilih sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau yang ramai dikunjungi wisatawan. Pemerintah berharap kehadiran wisatawan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui penjualan produk UMKM dan IKM lokal.

“Kita ingin wisatawan bukan hanya menikmati keindahan alam Derawan, tetapi juga mengenal kuliner dan produk lokal Berau. Harapannya, produk UMKM kita bisa dibawa pulang dan dikenal lebih luas di daerah asal wisatawan,” tutupnya. (*/Pan).

 

]]>
https://okegas.id/tingkatkan-daya-saing-umkm-lokal-diskoperindag-berau-gelar-bimtek-di-pulau-derawan/feed/ 0
Langkah Kecil dari Kampung, Kursi Rotan Dayak Basap Mulai Menjangkau Pasar Luas https://okegas.id/langkah-kecil-dari-kampung-kursi-rotan-dayak-basap-mulai-menjangkau-pasar-luas/ https://okegas.id/langkah-kecil-dari-kampung-kursi-rotan-dayak-basap-mulai-menjangkau-pasar-luas/#respond Tue, 05 May 2026 10:13:18 +0000 https://okegas.id/?p=12637 OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Upaya menggerakkan Ekonomi Kreatif (Ekraf) berbasis lokal terus tumbuh di Kabupaten Berau. Di Teluk Sumbang, pemuda Dayak Basap mengembangkan kursi rotan yang memadukan tradisi dan desain modern untuk menembus pasar yang lebih luas.

Produk yang dihasilkan tidak sekadar menawarkan fungsi, tetapi juga mengangkat nilai budaya lokal melalui teknik anyaman khas Dayak. Di sisi lain, para pengrajin juga mulai menyesuaikan desain dengan selera pasar modern agar mampu bersaing dengan produk sejenis.

Pengembangan kerajinan ini tidak lepas dari pendampingan Koperasi Abaya Baya Abuat yang membina para pemuda dalam meningkatkan kualitas produksi, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.

Dukungan juga datang dari Dekranasda Berau yang membantu penyediaan peralatan produksi. Bantuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kualitas hasil kerajinan.

Kursi rotan yang dihasilkan memiliki karakter kuat dan tahan lama, sekaligus menonjolkan keunikan desain berbasis kearifan lokal. Para pengrajin memadukan teknik tradisional dengan sentuhan kontemporer agar produk lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Dari sisi bahan baku, rotan diperoleh dari hutan sekitar dengan pengelolaan yang memperhatikan keberlanjutan. Proses produksi juga dilakukan secara efisien dengan meminimalkan limbah, sehingga tetap sejalan dengan prinsip ramah lingkungan.

Dalam memperluas jangkauan pemasaran, para pemuda mulai memanfaatkan media sosial dan platform digital. Upaya ini membuka peluang pasar hingga ke tingkat nasional.

Di sisi lain, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Berau turut memberikan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia para pengrajin.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pihaknya mendorong para pengrajin untuk terus berproduksi dan memperluas jejaring usaha.

“Setelah pelatihan, kami berharap para pengrajin tetap konsisten berproduksi, berkolaborasi, dan memperluas jaringan agar jangkauan pasar semakin luas,” ujarnya.

Selain pelatihan, pemerintah daerah juga membantu dalam aspek promosi agar produk kerajinan rotan dari Teluk Sumbang semakin dikenal.

Dengan dukungan berbagai pihak, pengembangan kerajinan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas lokal di tengah arus modernisasi. (*/Pan).

]]>
https://okegas.id/langkah-kecil-dari-kampung-kursi-rotan-dayak-basap-mulai-menjangkau-pasar-luas/feed/ 0
Tanpa Dana Tunai, Pola Bantuan UMKM Dialihkan ke Pendampingan Teknis https://okegas.id/tanpa-dana-tunai-pola-bantuan-umkm-dialihkan-ke-pendampingan-teknis/ https://okegas.id/tanpa-dana-tunai-pola-bantuan-umkm-dialihkan-ke-pendampingan-teknis/#respond Sat, 24 Jan 2026 06:28:06 +0000 https://okegas.id/?p=11317 OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mengubah pola dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pada tahun anggaran 2025 dan 2026, bantuan berupa dana tunai tidak lagi tersedia.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari pergeseran fokus yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, yakni dari bantuan konsumtif ke pendampingan teknis yang dinilai lebih berdampak jangka panjang.

Pendampingan yang diberikan meliputi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM yang mengikuti program.

“Bantuan non-tunai justru dapat memberikan manfaat jangka panjang dibandingkan bantuan dana yang sifatnya sementara,” ujar Eva.

Ia menjelaskan, kelengkapan legalitas usaha menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang dan memperluas akses pasar, termasuk peluang mengikuti berbagai program pendanaan di tingkat provinsi maupun nasional.

Penyesuaian kebijakan ini juga dilakukan di tengah tekanan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, yang mengharuskan pemerintah daerah menata ulang prioritas program. Meski demikian, Eva menegaskan bahwa pendampingan dan fasilitasi UMKM tetap menjadi prioritas Diskoperindag Berau.

“Di tengah efisiensi, bantuan lainnya tetap ada. Kami terus berupaya mendampingi pelaku usaha agar bisa naik kelas, meskipun bentuk bantuannya bukan berupa uang tunai,” tambahnya.

Selain pendampingan, Diskoperindag Berau juga masih menyediakan bantuan alat produksi bagi UMKM yang dinilai memiliki potensi berkembang. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas usaha.

Perubahan pendekatan ini mencerminkan strategi pemerintah daerah yang lebih menitikberatkan pada pemberdayaan struktural dibandingkan bantuan langsung. Meski demikian, tidak sedikit pelaku UMKM yang masih berharap adanya bantuan tunai, terutama di tengah tantangan pasar dan tekanan ekonomi yang masih berlangsung. (*/pan)

]]>
https://okegas.id/tanpa-dana-tunai-pola-bantuan-umkm-dialihkan-ke-pendampingan-teknis/feed/ 0