Ratna Kalalembang – Oke Gas Indonesia | Energi Positif Informasi Terkini! https://okegas.id Thu, 30 Apr 2026 07:37:06 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1.2 https://storage.googleapis.com/img.okegas.id/2024/01/cbcdfcfc-iconokegas-36x36.png Ratna Kalalembang – Oke Gas Indonesia | Energi Positif Informasi Terkini! https://okegas.id 32 32 Wisata Malam Berau Minim, DPRD Dorong Atraksi Budaya di Kepulauan Derawan  https://okegas.id/wisata-malam-berau-minim-dprd-dorong-atraksi-budaya-di-kepulauan-derawan/ https://okegas.id/wisata-malam-berau-minim-dprd-dorong-atraksi-budaya-di-kepulauan-derawan/#respond Thu, 30 Apr 2026 07:36:52 +0000 https://okegas.id/?p=12501 OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang, menyoroti minimnya aktivitas wisata pada malam hari di sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Berau. Kondisi ini dinilai berdampak pada daya tarik promosi wisata, khususnya bagi wisatawan yang menginginkan variasi hiburan, Kamis (30/04/2026).

Menurut Ratna, selama ini aktivitas wisata di Berau lebih didominasi kegiatan siang hari. Padahal, potensi untuk mengembangkan atraksi malam dinilai cukup besar, terutama di kawasan kepulauan seperti Derawan.

“Kalau bisa ada kegiatan malam hari untuk menarik minat tamu dari luar Berau. Kita ini masih kurang hiburan malam,” ujarnya.

Ia pun mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menghadirkan atraksi seperti pertunjukan tari tradisional atau kegiatan budaya lainnya yang dapat dinikmati wisatawan tanpa menghilangkan karakter daerah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah, menjelaskan bahwa karakter pariwisata Berau memang berbeda dibandingkan daerah lain yang mengandalkan hiburan malam. Berau lebih mengedepankan konsep wisata minat khusus berbasis alam dan budaya, dengan target wisatawan mancanegara.

Menurutnya, mayoritas wisatawan asing justru mencari ketenangan dan keaslian alam, bukan suasana hingar bingar. Aktivitas seperti snorkeling, diving, hingga menjelajah destinasi alam menjadi daya tarik utama.

“Wisatawan datang ke Berau untuk menikmati alam dan ketenangan. Mereka tidak mencari hiburan malam seperti di kota besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, jadwal kunjungan wisata di Berau umumnya padat sejak pagi hingga sore hari. Destinasi seperti Maratua menawarkan beragam lokasi wisata, mulai dari Goa Tabung, Kakaban, hingga Puncak Mahligai, yang membuat wisatawan membutuhkan waktu istirahat di malam hari.

Selain itu, wisatawan juga cenderung menikmati interaksi dengan masyarakat lokal dan kearifan budaya setempat sebagai bagian dari pengalaman berwisata.

Meski demikian, Disbudpar tidak menutup kemungkinan menghadirkan hiburan malam dalam bentuk yang lebih adaptif, seperti festival musik atau pertunjukan budaya yang tetap menjaga suasana kondusif.

“Bisa saja diadakan festival musik pulau atau kegiatan seni budaya, tapi tidak yang bersifat bising. Konsepnya lebih ke budaya dan pengalaman lokal,” tambahnya.

Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi anggaran dan ketersediaan sumber daya manusia. Penyelenggaraan event rutin, baik mingguan maupun bulanan, membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit.

Disbudpar juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta, seperti resort di Maratua, untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Selain itu, pemerintah kampung juga dapat memanfaatkan anggaran yang ada untuk menggelar kegiatan hiburan secara berkala.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pengembangan wisata malam di Berau tetap sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan tanpa menghilangkan daya tarik utamanya sebagai destinasi yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam. (ADV/Pan).

]]>
https://okegas.id/wisata-malam-berau-minim-dprd-dorong-atraksi-budaya-di-kepulauan-derawan/feed/ 0
Sepi Setelah Senja, Wisata Berau Dinilai Kehilangan Daya Tarik, Ratna Usul Aktraksi Wisata di Malam Hari https://okegas.id/sepi-setelah-senja-wisata-berau-dinilai-kehilangan-daya-tarik-ratna-usul-aktraksi-wisata-di-malam-hari/ https://okegas.id/sepi-setelah-senja-wisata-berau-dinilai-kehilangan-daya-tarik-ratna-usul-aktraksi-wisata-di-malam-hari/#respond Wed, 04 Feb 2026 07:39:26 +0000 https://okegas.id/?p=11454 OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang, menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk menambah atraksi wisata pada malam hari di sejumlah destinasi unggulan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik pariwisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Bumi Batikwakkal.

Ratna menilai, selama ini aktivitas wisata di Berau masih didominasi kegiatan siang hari, seperti berenang dan snorkeling. Ketika malam tiba, minimnya pilihan hiburan membuat wisatawan tidak memiliki banyak aktivitas selain beristirahat di penginapan.

“Perlu menjadi catatan bagi Dinas Pariwisata dan dinas terkait untuk menambah event-event di malam hari. Kalau hanya sekadar liburan seperti berenang dan snorkeling, lalu malam harinya hanya istirahat tidur, lama-lama orang juga bisa bosan dan enggan datang kembali,” ujar Ratna.

Menurut dia, atraksi wisata malam dapat dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari pertunjukan seni dan budaya lokal, festival kuliner, hingga kegiatan hiburan yang tetap mengedepankan kearifan lokal. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya yang lebih lengkap.

Tak hanya soal atraksi, Ratna juga menekankan pentingnya **peningkatan sarana dan prasarana pendukung** di kawasan wisata. Fasilitas yang memadai, kata dia, menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan kenyamanan dan kepuasan pengunjung, baik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ratna meminta adanya komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antar organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menilai, pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri oleh satu dinas, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Bagaimana mau membangun sarana dan prasarana kalau di internal OPD saja komunikasi tidak berjalan dengan baik. Semua harus duduk bersama dan punya visi yang sama untuk memajukan pariwisata Berau,” katanya.

Ratna berharap, dengan penambahan atraksi wisata malam serta pembenahan fasilitas yang terencana dan terkoordinasi, sektor pariwisata Berau dapat berkembang lebih dinamis dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. (*/pan).

]]>
https://okegas.id/sepi-setelah-senja-wisata-berau-dinilai-kehilangan-daya-tarik-ratna-usul-aktraksi-wisata-di-malam-hari/feed/ 0