Seragam Gratis dengan Motif Khas Berau, Disdik Siapkan Anggaran Rp20 Miliar
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar melalui APBD 2026 untuk program pembagian seragam sekolah gratis.
Program tersebut diperuntukkan bagi peserta didik baru di seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setiap siswa akan menerima tiga set seragam, yakni seragam nasional, seragam pramuka, serta seragam batik khas daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan seragam batik yang dibagikan tahun ini mengusung desain baru bertema “Siap Didik”. Motif tersebut mengangkat unsur kearifan lokal Berau dan telah didaftarkan hak ciptanya secara resmi.
“Motifnya tidak lagi menggunakan desain umum. Ini sudah final dan menjadi identitas tersendiri, sesuai arahan Ibu Bupati agar sekolah menjadi ruang penguatan budaya lokal,” ujar Mardiatul, Rabu (14/01).
Ia menjelaskan, desain batik tersebut merupakan bagian dari kebijakan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas untuk menanamkan rasa bangga terhadap budaya daerah sejak dini melalui lingkungan pendidikan formal.
Selain aspek kualitas dan desain, Disdik Berau juga menaruh perhatian besar pada pengawasan pelaksanaan program.
Mengingat nilai anggaran yang cukup besar, pihaknya melibatkan aparat penegak hukum untuk melakukan pendampingan sejak tahap perencanaan hingga distribusi seragam.
“Kejaksaan dan Kepolisian kami libatkan agar program ini berjalan transparan dan tepat sasaran. Kami ingin memastikan seragam diterima siswa tanpa pungutan apa pun,” tegasnya.
Program seragam gratis tahun 2026 merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang mulai diterapkan pada APBD Perubahan 2025. Program ini sekaligus menjadi upaya Pemkab Berau menutup celah bantuan pendidikan dasar yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh pemerintah provinsi.
Terkait teknis pembagian, Ali meminta orang tua siswa tidak khawatir apabila anak belum mengenakan seragam lengkap pada awal masuk sekolah. Pengukuran badan akan dilakukan setelah siswa resmi terdaftar, sehingga seragam yang dibagikan sesuai dengan ukuran masing-masing.
“Kami beri kelonggaran sekitar satu bulan. Yang terpenting anak-anak sudah bisa mulai belajar dengan nyaman sambil menunggu seragamnya selesai,” pungkasnya. (*/)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.