IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah menyoroti masih banyaknya persoalan mendasar yang menghambat kenyamanan wisatawan di sejumlah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau. Persoalan tersebut mencakup aksesibilitas menuju lokasi wisata, keterbatasan pasokan listrik, jaringan internet yang belum stabil, hingga harga makanan dan jasa yang dinilai belum ramah terhadap wisatawan.

Agus menilai, berbagai persoalan tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai hal sepele. Di tengah upaya pemerintah daerah menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, kualitas layanan dasar justru menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan dan loyalitas wisatawan.

Salah satu sorotan utama adalah koneksi internet. Menurut Agus, di era digital saat ini, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati panorama alam, tetapi juga ingin membagikan pengalamannya secara langsung melalui media sosial. Ketika jaringan internet sulit diakses, kenyamanan wisata pun ikut terganggu.

“Bagaimana wisatawan mau betah kalau akses internet saja sulit. Mereka datang, foto, lalu ingin langsung mengunggah. Kalau kondisi internet kurang lancar, tentu ini memengaruhi kenyamanan mereka selama berwisata,” ujar Agus.

Selain jaringan internet, Agus juga menyinggung akses jalan menuju destinasi wisata yang di beberapa titik masih belum memadai. Kondisi jalan yang rusak atau sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kerap menjadi keluhan wisatawan dan pelaku usaha pariwisata setempat.

Tak kalah penting, persoalan ketersediaan listrik di kawasan wisata juga menjadi perhatian. Pasokan listrik yang belum stabil dinilai berdampak langsung pada operasional pelaku usaha, mulai dari penginapan, rumah makan, hingga penyedia jasa wisata lainnya.

Agus juga menyoroti harga makanan dan layanan di destinasi wisata yang belum seragam dan terkesan tidak terkendali. Kondisi ini, kata dia, berpotensi menimbulkan kesan negatif bagi wisatawan dan dapat mencoreng citra pariwisata Berau.

“Wisatawan harus merasa nyaman, aman, dan mendapatkan harga yang wajar. Jangan sampai karena persoalan harga, mereka enggan kembali atau bahkan menyampaikan pengalaman kurang baik kepada orang lain,” katanya.

Ia mendorong pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan pembenahan menyeluruh, tidak hanya fokus pada promosi wisata, tetapi juga pada peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan dasar di lapangan.

Ia berharap pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pengelola destinasi, hingga masyarakat sekitar. Dengan pembenahan yang terarah serta optimistis potensi wisata Berau dapat berkembang lebih optimal dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. (*/pan).