IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, mengkritisi kondisi pelayanan dan fasilitas di RSUD Dr. Abdul Rivai dan gedung walet yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Nurung mengutarakan berbagai sorotannya terhadap pihak menajemen Rumah Sakit. Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar, mulai dari kekosongan obat hingga kondisi fasilitas yang dinilai kurang layak. Menurutnya, sekitar 300 jenis obat tidak tersedia di rumah sakit, sehingga pasien terpaksa mengeluarkan biaya tambahan meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS.

“Banyak pasien mengeluh karena tidak tersedia obat, sampai 300 nama obat, padahal APBD cukup besar dengan tingkat penduduknya sama, birokrasinya sama, ini sayang pak kalau tidak dimanfaatkan bisa-bisa potong anggaran. Di mana letak kesalahannya ini,” ujarnya, Senin (14/04/2026) kemarin.

Selain itu, Nurung juga menyoroti kondisi fisik rumah sakit, seperti ruang tunggu dan poli pelayanan yang terlihat kumuh dan tidak mencerminkan standar pelayanan di era saat ini.

“Fasilitas ruang tunggu, poli, dan pelayanan lainnya harusnya sudah lebih baik. Jangan sampai masyarakat merasa tidak nyaman saat berobat,” tegasnya.

Tak hanya soal fasilitas, ia juga menilai ada persoalan dalam manajemen internal rumah sakit. Ketidaksinkronan antar pihak dinilai menjadi salah satu penyebab belum optimalnya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, manajemen rumah sakit perlu memperbaiki koordinasi dan pola kerja agar lebih efektif, serta menghindari miskomunikasi yang berpotensi berdampak pada pengambilan kebijakan di tingkat pimpinan. Dalam hal perbaikan, Nurung menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh, mulai dari pemanfaatan ruang hingga sistem antrean pasien.

Ia juga mendorong agar fasilitas yang ada dapat segera ditata ulang sehingga pelayanan berjalan lebih efektif, termasuk untuk pasien terapi fisik agar tidak harus menunggu terlalu lama.

“Pelayanan harus dibenahi, ruangan dimanfaatkan dengan baik, sehingga pasien bisa antre secara normal dan tidak terlalu lama menunggu,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar berbagai persoalan yang ada tidak hanya dibahas di atas kertas, tetapi benar-benar diselesaikan secara konkret di lapangan.

“Masalah ini harus dikupas dan diselesaikan, bukan hanya didengar lalu dibiarkan. Kita butuh tindakan nyata,” tegasnya.

Terkait anggaran, Nurung juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana sekitar Rp5 miliar yang harus dimanfaatkan secara optimal dan inovatif guna meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

Dengan berbagai catatan tersebut, DPRD berharap manajemen RSUD Abdul Rivai dapat segera melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat Berau dapat berjalan lebih maksimal. (*/Pan