IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Berau resmi dibuka Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, di halaman Masjid Baiturrahman, Kecamatan Talisayan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 13 Juli 2026 itu diikuti 738 peserta dari 13 kecamatan dan menjadi ajang pembinaan sekaligus seleksi qari dan qariah terbaik untuk mewakili Berau pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten I Setda Berau Drh. Mustakim Suharjana, Wakil I DPRD Berau H. Subroto, pengurus LPTQ Kabupaten Berau, kepala perangkat daerah, para camat, dewan hakim, tokoh agama, serta masyarakat.

Camat Talisayan, Mutmainnah, dalam laporannya selaku tuan rumah penyelenggara menyampaikan, seluruh peserta tergabung dalam 13 kafilah yang mewakili masing-masing kecamatan di Kabupaten Berau.

“MTQ ke-56 ini diikuti sebanyak 738 peserta dari 13 kafilah. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Para peserta akan bersaing pada enam cabang perlombaan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Tartil Al-Qur’an, Khattil Al-Qur’an, Qira’at Golongan Mujawwad dan Murattal, Fahmil Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Panitia juga telah menyiapkan sejumlah arena perlombaan yang tersebar di Kecamatan Talisayan. Arena utama untuk cabang Tilawah dan Tartil dipusatkan di halaman Masjid Baiturrahman. Sementara Masjid Nurul Islam menjadi lokasi perlombaan Tilawah dan Khattil Al-Qur’an.

Adapun Masjid Al-Muhajirin digunakan untuk cabang Qira’at Golongan Mujawwad dan Murattal, sedangkan SMA Negeri 3 Berau Talisayan menjadi arena perlombaan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Fahmil Al-Qur’an. Beberapa lokasi pendukung lainnya turut disiapkan guna menunjang kelancaran pelaksanaan MTQ.

Dalam sambutannya, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi kepada panitia, LPTQ Kabupaten Berau, Pemerintah Kecamatan Talisayan, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan MTQ tahun ini.

Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana membentuk generasi Qurani yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ ini merupakan ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Saya berharap seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, serta menampilkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama Kabupaten Berau di tingkat Provinsi Kalimantan Timur,” kata Sri Juniarsih.

Bupati juga mengakui pelaksanaan MTQ tahun ini belum mempertandingkan seluruh cabang lomba karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat para peserta untuk berprestasi dan menyemarakkan syiar Islam.

Ia turut mendorong LPTQ bersama para ustaz dan ustazah agar terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan sehingga lahir qari dan qariah yang mampu bersaing, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga pada ajang nasional.

Melalui penyelenggaraan MTQ ke-56 ini, Pemerintah Kabupaten Berau berharap lahir generasi Qurani yang berprestasi, berakhlakul karimah, serta mampu memperkuat syiar Islam dan ukhuwah Islamiyah dalam mewujudkan Kabupaten Berau yang religius, maju, dan sejahtera.

Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi berita bergaya Tempo yang lebih tajam, dengan fokus pada pesan Bupati mengenai efisiensi anggaran dan pembinaan qari-qariah. (ADV)