IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb Insiden pemukulan yang melibatkan seorang petugas di Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Berau, akhirnya terkonfirmasi kebenarannya. Kejadian ini diduga melibatkan salah satu penumpang maskapai Batik Air yang disebut-sebut membawa nama pemilik sebuah kafe ternama di Berau. Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Teluk Bayur dan tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Teluk Bayur, AKP Alimudin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kejadian ini. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, AKP Alimudin menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

“Benar, masih kita tangani saat ini. Kita masih mengambil keterangan saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian,” ujar AKP Alimudin, Jumat (26/7).

Meski begitu, AKP Alimudin belum dapat membeberkan jumlah saksi yang telah dimintai keterangan maupun kronologi lengkap kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa penyidik masih mendalami keterangan yang ada sebelum menyusun kronologi secara utuh.

“Belum tahu bagaimana kronologi pastinya. Nanti akan diinfokan kalau pengumpulan keterangan dari saksi yang kita panggil ini sudah lengkap,” tambahnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, insiden pemukulan diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara penumpang Batik Air dengan petugas di area terminal kedatangan Bandara Kalimarau. Saat kejadian, kondisi terminal dilaporkan dalam keadaan cukup padat.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Kerja Sama dan Pelayanan BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Yudhi Anggara, juga membenarkan bahwa memang terjadi kesalahpahaman antara penumpang dengan mitra kerja bandara.

“Saat itu memang sedang padat di terminal kedatangan. Mungkin terjadi kesalahpahaman saja,” kata Yudhi saat dikonfirmasi.

Terkait tidak adanya rekaman CCTV yang dapat memperjelas kronologi kejadian, Yudhi mengakui bahwa pada saat kejadian, sistem CCTV di area tersebut sedang mengalami gangguan teknis.

“Benar, pada saat itu CCTV yang biasa merekam aktivitas di terminal kedatangan tiba-tiba mengalami disfungsi,” jelasnya. (Divana)