Baru Awal Tahun, Pengusaha Batu Bara Langsung Dapat Kabar Buruk
OKEGAS.ID, Nasional — Dikutip dari CNBC Indonesia, pengusaha batu bara nasional harus menghadapi tekanan di awal tahun 2026.
Setelah harga komoditas penting itu kembali menurun pada perdagangan awal pekan. Mengacu pada data pasar internasional, pada perdagangan Senin (05/01).
Benchmark harga batu bara dunia ditutup di US$ 104,85 per ton, turun sekitar 0,62 persen dibanding hari sebelumnya. Penurunan ini menjadi sinyal tantangan bagi pelaku usaha batubara Indonesia di tengah kondisi pasar yang belum stabil.
Penurunan harga batu bara terjadi ketika permintaan global masih belum pulih signifikan, sementara sentimen pasar tetap waspada terhadap dinamika ekonomi dunia yang berpengaruh terhadap komoditas energi. Turunnya harga komoditas ini berpotensi mempengaruhi margin keuntungan pelaku usaha, terlebih Indonesia bergantung besar pada ekspor batu bara sebagai salah satu sumber devisa utama.
Selain itu, pelaku industri juga harus bersiap menghadapi tekanan dari usulan kebijakan fiskal terkait export duty atau bea ekspor batu bara yang akan diterapkan pada 2026, suatu langkah yang menurut sebagian pelaku usaha bisa mempersempit daya saing produk di pasar internasional jika tidak diikuti strategi harga yang tepat.
Dengan situasi ini, pengusaha batu bara di Tanah Air perlu memperkuat strategi pemasaran serta pengelolaan biaya operasional agar tetap dapat bersaing di tengah fluktuasi harga global yang masih membayangi.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.