IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tenggarong – Pengembangan potensi lokal di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui pengelolaan sektor wisata dan agrowisata, BUMDes Loa Duri Ilir kini menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sejak mulai beroperasi pada pertengahan 2022, sejumlah wahana dan fasilitas wisata yang dikelola BUMDes berhasil menarik banyak pengunjung, baik dari wilayah sekitar maupun luar daerah. Kehadiran wisata terpadu tersebut tak hanya menghidupkan kegiatan ekonomi, tetapi juga memberi ruang pemberdayaan bagi warga melalui pelibatan langsung dalam berbagai unit usaha.

Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fakhri Arsyad, menegaskan bahwa keberadaan BUMDes bukan hanya sebatas membangun sarana rekreasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi desa dan membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari visi besar kami untuk mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).

BUMDes mengelola berbagai fasilitas unggulan seperti kolam renang, wahana flying fox, hingga area wisata keluarga yang ramai dikunjungi setiap akhir pekan. Sektor agrowisata pun menjadi daya tarik lain, mulai dari kebun salak pondoh, jambu kristal, kolam pemancingan, hingga peternakan puyuh yang memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung.

Pendapatan yang dihasilkan dari sektor ini dikelola BUMDes dan dialokasikan untuk membayar pekerja lokal serta operasional usaha, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat.

“Kami percaya BUMDes bisa terus tumbuh dan mengambil peran yang lebih strategis dalam memajukan desa. Jika wahana wisata semakin berkembang, BUMDes dapat benar-benar berdiri kokoh dan menjadi penggerak utama ekonomi desa,” jelas Fakhri.

Perkembangan positif tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kukar, Arianto. Ia menilai Desa Loa Duri Ilir telah menunjukkan bahwa pengelolaan potensi lokal melalui BUMDes dapat dilakukan secara profesional, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan.

Menurutnya, desa dapat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi ketika memiliki tata kelola usaha yang baik serta komitmen untuk mengembangkan potensi warganya.

“Masyarakat harus memahami sejauh mana potensi yang mereka miliki bisa dikembangkan demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Arianto menambahkan bahwa Pemkab Kukar akan terus mendampingi BUMDes melalui program pembinaan agar pengurus mampu berinovasi dan meningkatkan kualitas usahanya. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan BUMDes bukan sekadar profit jangka pendek, tetapi bagaimana usaha tersebut membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan mendorong kualitas hidup masyarakat desa.

“BUMDes yang kuat akan menjadi fondasi perekonomian desa. Jika semua desa dapat mengelola potensinya seperti Loa Duri Ilir, maka kemandirian ekonomi lokal bukan lagi sekadar wacana,” pungkasnya. (ADV)