IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb — Polemik terkait keberadaan Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau terus menjadi perhatian. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pembentukan tim tersebut bukan kebijakan mendadak, melainkan sudah direncanakan sejak awal masa kepemimpinannya dan baru direalisasikan pada tahun ini.

Pernyataan itu disampaikan Sri Juniarsih menanggapi pengakuan Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang mengaku tidak mengetahui secara detail keberadaan maupun aktivitas TBUPP. Bahkan, Gamalis menyebut dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan tim tersebut.

“Berarti mungkin Pak Wakil Bupati tidak menandatangani keputusan bupati tersebut dan tidak mengetahuinya. Padahal itu sudah menjadi program dari awal saya menjabat dan baru terlaksana di tahun ini,” ujar Sri Juniarsih, Senin (11/5/2026).

Menurut Sri, rencana pembentukan TBUPP sebenarnya telah disiapkan sejak awal dirinya menjabat sebagai Bupati Berau. Saat itu, susunan tim hingga konsep pendampingan pembangunan daerah disebut sudah dirancang. Namun pelaksanaannya sempat tertunda lantaran masih membutuhkan kajian lebih lanjut.

“Di awal pertama saya menjabat, sudah ada rencana dan ada orang-orangnya untuk mengawal berupa Tim Percepatan Pembangunan, TBUPP. Tetapi pada waktu itu, entah apa pertimbangannya, tidak dilaksanakan karena mungkin perlu dipelajari,” katanya.

Sri Juniarsih menjelaskan, keberadaan TBUPP dinilai penting pada periode kepemimpinan saat ini untuk membantu pemerintah daerah mempercepat realisasi program prioritas, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran. Ia mengaku membutuhkan tenaga ahli yang dapat memberikan masukan dan pendampingan terhadap program strategis daerah.

“Dalam lima tahun terakhir ke depan, saya perlu melaksanakan program percepatan pendampingan namanya Tim TBUPP itu. Karena banyak janji-janji politik yang belum realisasi. Apalagi dengan efisiensi anggaran saat ini, tentu saya membutuhkan tenaga ahli yang memberikan masukan kepada saya dalam rangka percepatan pembangunan,” jelasnya.

Salah satu program yang saat ini mendapat pendampingan TBUPP, lanjut Sri, ialah pembangunan rumah sakit yang dianggap membutuhkan pengawalan khusus agar dapat berjalan sesuai target.

Ia juga menegaskan bahwa pembentukan TBUPP merupakan kebijakan resmi pemerintah daerah yang telah dituangkan dalam keputusan bupati. Proses administrasi, kata dia, dilakukan secara berjenjang mulai dari asisten, bagian hukum, sekretaris daerah hingga wakil bupati.

“Seluruh kebijakan kepala daerah yang paling terkecil itu tertuang di keputusan bupati. Dan itu ada paraf elektronik berjenjang dari asisten, kabag hukum, sekda sampai wakil bupati,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci terkait TBUPP. Ia mengaku hanya pernah mendengar nama tim tersebut, namun tidak pernah diajak membahas keberadaan maupun tugasnya.

“Saya tidak tahu itu, kalau dengar pernah, tapi kalau diajak membahas tidak ada,” ujarnya dihadapan awak media. (itn)