IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tenggarong — Upaya pemerataan akses listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan progres signifikan. Melalui Program Terang Kampongku, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar memprioritaskan agar seluruh desa dapat menikmati penerangan yang stabil dan merata.

 

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan program ini telah mendekati tahap final. Sebagian besar desa sudah teraliri listrik, sementara sisanya tinggal menunggu penyelesaian jaringan dari PLN untuk memastikan layanan penerangan berjalan penuh selama 24 jam.

 

“Program Terang Kampongku sudah hampir 100 persen. Saat ini fokus kita pada peningkatan kapasitas agar seluruh desa benar-benar mendapatkan penerangan 24 jam, baik melalui jaringan PLN maupun tenaga surya,” jelas Arianto, Jumat (10/10/2025).

 

Menurutnya, masih terdapat dua desa di Kecamatan Kenohan yang belum terlayani secara optimal. Keduanya telah masuk daftar pembangunan jaringan listrik PLN yang ditarget rampung pada triwulan terakhir tahun ini.

 

Sambil menunggu perluasan jaringan, pemerintah juga memperkuat kapasitas mesin diesel yang sebelumnya digunakan warga. Namun tingginya biaya operasional solar mendorong desa-desa tersebut mengusulkan alternatif energi yang lebih berkelanjutan.

 

Arianto menjelaskan bahwa DPMD tengah menyiapkan rencana penggunaan tenaga surya untuk wilayah pesisir dan desa yang sulit dijangkau jaringan PLN. Skema ini dianggap mampu menjadi solusi jangka panjang, terutama di daerah yang selama ini mengandalkan pembangkit diesel.

 

“Desa yang masih memakai diesel sudah kita bantu peningkatan kapasitasnya. Namun karena biaya operasional sangat besar, mereka mengusulkan penerangan tenaga surya. Usulan ini akan kita masukkan dalam anggaran 2026,” tambahnya.

 

Selain pembangunan jaringan, DPMD Kukar juga memperbarui data dusun-dusun yang belum sepenuhnya mendapat listrik meski desa induknya sudah terang. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari akses penerangan.

 

Saat ini, sejumlah wilayah seperti Bukit Pariaman, Mulawarman, Kedang Murung, dan Kembang Janggut sudah menikmati listrik dari PLN maupun sistem berbasis tenaga surya.

 

Arianto menegaskan bahwa pemerataan listrik memiliki dampak langsung terhadap perkembangan desa. Selain membuka ruang aktivitas di malam hari, keberadaan listrik juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi penggerak ekonomi. Ketika desa terang, aktivitas warga hidup dan kesejahteraan ikut tumbuh. Target kami, seluruh rumah di Kukar harus menikmati listrik 24 jam,” tegasnya. (ADV)