IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – DPRD Kabupaten Berau bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas keberlanjutan sektor pariwisata Berau, di Kantor DPRD Berau, Selasa (03/02).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengevaluasi capaian kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) sepanjang 2025, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menyampaikan pihaknya telah melakukan pendampingan dan pelatihan UMKM berbasis potensi lokal, terutama di wilayah pesisir selatan seperti Biduk-Biduk.

“Pembinaan dilakukan melalui kolaborasi berkelanjutan dan diselaraskan dengan potensi daerah,” ujar Eva.

Salah satu fokusnya adalah pengembangan kerajinan batok kelapa sebagai produk bernilai tambah dan oleh-oleh khas daerah, guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan tindak lanjut rekomendasi BPK terkait pemerataan listrik dan jaringan internet di kawasan wisata.

Dari 13 destinasi wisata yang disurvei bersama PLN, hanya dua lokasi yang secara teknis memungkinkan dialiri listrik. Sisanya terkendala jarak dan kondisi medan yang sebagian besar berada di kawasan hutan.

“Ketiadaan listrik berdampak pada pembangunan jaringan internet. Sejumlah alternatif sudah dikaji, namun masih memerlukan kajian lanjutan,” jelas Didi.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran menjadi tantangan, meski perencanaan tetap disiapkan untuk kemungkinan penganggaran pada 2026.

Adapun destinasi yang telah memiliki listrik dan sinyal antara lain Teluk Semanting dan Teluk Alulu. Sementara kawasan seperti Merabu, Danau Nyadeng, Gua Gumantung, Payung-Payung, Teluk Sumbang, dan Air Panas Asin Manapak masih belum terjangkau listrik dan jaringan internet.

Dalam rapat tersebut, anggota DPRD Berau, Ratna Kalalembang, menyoroti persoalan aksesibilitas menuju Berau, khususnya bagi wisatawan dari luar daerah.

“Banyak yang ingin berkunjung, tetapi terkendala akses dan harga tiket yang mahal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya harga makanan dan minuman di sejumlah objek wisata yang dinilai memberatkan wisatawan, serta meminta OPD terkait mencari solusi agar sektor pariwisata Berau lebih ramah bagi pengunjung. (*/pan).