IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb — Keterbatasan fasilitas Gedung Olahraga (GOR) Pemuda di Tanjung Redeb kembali menjadi sorotan setelah digelarnya turnamen PBVSI Berau Open. Antusiasme penonton yang membludak tidak sebanding dengan kapasitas gedung, sementara kondisi ruang yang panas dan sirkulasi udara kurang baik dinilai menghambat kenyamanan dan kualitas pertandingan.

 

Anggota DPRD Berau yang juga Wakil Ketua IV KONI Berau, Agus Uriansyah menyebut fasilitas GOR Pemuda sudah tidak lagi layak menampung kegiatan olahraga yang kini berkembang pesat di daerah tersebut.

 

“GOR Pemuda sudah tidak memadai. Kapasitasnya kecil, panas, dan sirkulasi udara tidak baik. Untuk event besar seperti PBVSI Open, fasilitas ini sudah tidak sesuai,” ujar Agus di sela sela kegiatan.

 

Menurut Agus, persoalan fasilitas ini juga berpengaruh pada upaya pembinaan atlet lokal. PBVSI Berau Open disebutnya menjadi salah satu ruang kompetisi penting bagi pemain-pemain daerah, terlebih dengan keikutsertaan pemain dari Proliga serta atlet dari sejumlah daerah lain.

 

“Kita punya atlet lokal yang potensial. Pertandingan seperti ini menjadi motivasi bagi mereka untuk berkembang. Namun fasilitas yang tidak memadai membatasi ruang gerak pembinaan atlet,” kata Agus.

 

Ia menambahkan, sejumlah klub yang berlaga dalam turnamen ini merupakan hasil seleksi dan memiliki kualitas permainan yang baik. Namun, standardisasi sarana pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi olahraga di Berau.

 

Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk menghadirkan sarana olahraga yang lebih representatif. Ia menyebut, kebutuhan gedung baru semakin mendesak seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga, termasuk bola voli.

 

“Melihat jumlah penonton yang begitu besar, pemerintah harus hadir. Fasilitas saat ini tidak mampu lagi menampung kebutuhan kegiatan olahraga,” ujarnya.

 

Agus berharap rencana pembangunan sport center yang tercantum dalam rencana anggaran 2026 dapat segera direalisasikan. Ia menilai kehadiran fasilitas baru akan mendorong kemajuan olahraga lokal sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi.

 

Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen PBVSI Berau Open juga digunakan sebagai bagian dari persiapan atlet menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember mendatang di Kutai Barat.

 

“Ini membawa nama baik daerah. Persiapan harus matang, dan fasilitas yang memadai tentu menjadi bagian penting dari upaya meraih prestasi,” tutur Agus.

 

Tingginya antusiasme masyarakat dan berkembangnya cabang olahraga bola voli di Berau membuat kebutuhan akan gedung olahraga baru semakin tidak bisa ditunda. Agus menegaskan, GOR Pemuda sudah tidak lagi memenuhi standar untuk menggelar pertandingan berskala besar.

 

“Kondisi yang ada sekarang sudah tidak layak. Kami mendorong pemerintah agar segera menyediakan ruang yang lebih representatif,” kata Agus menutup keterangannya. (*/pan).