IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau resmi dihentikan sementara sejak Senin (6/4/2026). Kebijakan ini diambil menyusul adanya perbaikan sarana dan prasarana di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penghentian tersebut merupakan tindak lanjut dari surat yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pusat bernomor 1204/D.TWS/3/2026. Dalam surat itu, diatur penghentian sementara operasional sebanyak 74 dapur SPPG di wilayah Kalimantan Timur, termasuk di Berau.

Berdasarkan lampiran dokumen tersebut, terdapat setidaknya delapan unit SPPG di wilayah Tanjung Redeb yang terpaksa berhenti beroperasi.

Diantaranya; SPPG Berau Tanjung Redeb Karang Ambun (ID: JVCYJF40) dikelola Yayasan Pendidikan Islam Pinang Seribu.

SPPG Berau Tanjung Redeb Gayam (ID: ZHKWXXPB) dikelola Yayasan Taqy Al Malik Education.

SPPG Berau Tanjung Redeb Tanjung Redeb 2 (ID: DF8VBU1L) dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari.

SPPG Berau Tanjung Redeb Tanjung Redeb 3 (ID: UQOSRLEH) dikelola Yayasan Al Mukaromah Borneo Nusantara.

SPPG Berau Tanjung Redeb Tanjung Redeb 4 (ID: M6X7TN2N) dikelola Yayasan Menuju Indonesia Bergizi.

Selain di Tanjung Redeb, beberapa wilayah lain di Berau seperti Teluk Bayur, Gunung Tabur, dan Sambaliung juga mengalami nasib serupa dengan total 8 SPPG yang dihentikan sementara di seluruh Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Pangan Berau sekaligus Satgas MBG, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan seluruh fasilitas dapur memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Beberapa SPPG di Kabupaten Berau stop operasional sementara karena perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Dari total dapur yang ada, delapan SPPG di Berau saat ini tidak beroperasi sementara. Beberapa di antaranya berada di wilayah Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Teluk Bayur, Gayam, hingga Sambaliung.

Meski demikian, program MBG belum sepenuhnya berhenti. Masih terdapat empat dapur SPPG yang tetap beroperasi, yakni di wilayah Gunung Tabur, Sungai Bedungun, Gunung Panjang, dan Sambaliung.

Koordinator Wilayah SPPG Berau, Rani Oktaviana, membenarkan bahwa penghentian ini berkaitan erat dengan pembenahan fasilitas pendukung, terutama sistem pengolahan limbah.

“Stop operasional dikarenakan perbaikan sarana prasarana, terutama IPAL,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada kepastian kapan program MBG akan kembali berjalan normal. Hal tersebut bergantung pada kecepatan proses perbaikan di masing-masing dapur.

“Belum bisa dipastikan, tergantung seberapa cepat proses penyelesaiannya,” pungkasnya.

Penghentian sementara ini dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh dapur SPPG memenuhi standar kebersihan dan kelayakan, sebelum kembali mendistribusikan makanan kepada masyarakat penerima manfaat. (*/itn)