Kolaborasi Buka Harapan Baru, IPPRISIA Kaltim dan Rutan Sempaja Perkuat Pembinaan
OKEGAS.ID, Samarinda – Kolaborasi lintas pihak kembali membuka harapan baru bagi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Sempaja Samarinda. IPPRISIA Kalimantan Timur resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai upaya memperkuat program pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
Penandatanganan MoU berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, di Rutan Kelas I Sempaja Samarinda. Kerja sama ini difokuskan pada pelatihan keterampilan, pendampingan, serta penguatan mental dan karakter warga binaan sebagai bekal menghadapi kehidupan pasca-pembinaan.
Ketua IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, menegaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masa depan warga binaan.
“Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Melalui pelatihan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu membangun kembali kepercayaan diri serta memiliki keterampilan untuk hidup mandiri setelah bebas,” ujarnya.
Program pembinaan yang disepakati tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, etos kerja, dan kesiapan mental agar warga binaan mampu beradaptasi serta berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Sempaja Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari penguatan pembinaan di lingkungan rutan.
“Pembinaan tidak berhenti pada masa pidana. Kami ingin warga binaan keluar dengan bekal keterampilan, sikap, dan mental yang lebih baik sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam menciptakan program pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata.
Melalui kolaborasi ini, IPPRISIA Kaltim dan Rutan Sempaja menegaskan komitmen bersama dalam mendorong reintegrasi sosial warga binaan. Diharapkan, pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan mampu melahirkan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Upaya penguatan keterampilan dan reintegrasi sosial tersebut tidak hanya diharapkan membawa perubahan positif bagi warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta mendukung pembangunan bangsa secara berkelanjutan.(esf)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.