IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menyalurkan dana insentif kampung tahun 2026 sebesar Rp1,45 miliar kepada lima kampung berprestasi. Insentif ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintahan dan pembangunan kampung yang dinilai unggul.

Kepala DPMK Berau, Tentram, menegaskan bahwa proses penilaian penerima dana insentif dilakukan secara objektif dan transparan dengan menggunakan empat indikator utama yang memiliki bobot berbeda.

Indikator pertama adalah ketertiban administrasi pemerintahan kampung dengan bobot 25 persen. Penilaian meliputi ketepatan waktu penetapan APBK 2025, laporan realisasi APBK 2024, laporan penyelenggaraan pemerintahan kampung, serta laporan kinerja dan akuntabilitas.

Indikator kedua yakni kinerja realisasi alokasi dana kampung dengan bobot 20 persen. Aspek yang dinilai mencakup pelaksanaan bidang pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta penguatan ekonomi kampung.

Sementara itu, indikator ketiga menjadi penilaian dengan bobot terbesar, yakni 35 persen, yaitu kinerja pencapaian keuangan kampung. Fokus penilaian diarahkan pada pencatatan dan peningkatan Pendapatan Asli Kampung (PAK) tahun 2023–2024 yang tercantum dalam APBK.

“Masih ada kampung yang belum mencatatkan pendapatan aslinya dalam APBK. Ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada penilaian,” tegas Tentram.

Adapun indikator keempat adalah kinerja hasil pembangunan dengan bobot 22 persen. Penilaian dilakukan berdasarkan peningkatan indeks desa, status kemandirian desa, penurunan angka kemiskinan dan stunting, serta meningkatnya partisipasi masyarakat, termasuk kehadiran warga di posyandu.

Tentram memastikan seluruh tahapan penilaian dapat dipertanggungjawabkan dan terbuka untuk dikritik oleh publik.

“Kami sangat transparan. Data dan indikatornya jelas. Jangan sampai ada anggapan penilaian ini tidak adil atau tidak terbuka,” ujarnya.

Melalui penyaluran dana insentif tersebut, DPMK Berau berharap kampung-kampung di Bumi Batiwakkal semakin terpacu untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta kemandirian ekonomi masyarakat demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*/)