IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Berau menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan kasus penipuan perjalanan umrah oleh biro travel di wilayah Berau sejak tahun 2024 hingga 2025.

 

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, mengatakan ketiadaan laporan tersebut membuat pihaknya belum dapat mengambil langkah hukum terhadap biro perjalanan yang diduga bermasalah.

 

“Sejauh ini kami belum menerima laporan masyarakat jika ada yang tertipu oleh travel, sehingga kami tidak bisa bertindak lebih lanjut,” ujar Kabul Budiono.

 

Meski demikian, Kemenag Berau tetap melakukan upaya pencegahan dengan memberikan pembinaan kepada biro perjalanan umrah yang secara resmi melaporkan operasionalnya ke Kemenag.

 

Namun, Kabul mengakui masih ada kemungkinan biro travel yang beroperasi secara ilegal tanpa melapor ke instansinya.

“Kami sudah melakukan pembinaan kepada travel-travel yang melaporkan diri ke Kemenag. Namun tidak menutup kemungkinan ada travel yang tidak lapor ke kami alias ilegal beroperasi di Berau,” jelasnya.

 

Untuk menekan potensi terjadinya penipuan, Kemenag Berau juga telah melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat serta pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) di 13 kecamatan. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat agar lebih waspada dalam memilih biro perjalanan umrah.

 

“Kami pernah melakukan sosialisasi kepada tokoh-tokoh masyarakat dan pegawai KUA di 13 kecamatan untuk selanjutnya diteruskan kepada masyarakat luas. Selain itu, kami juga melakukan monitoring terhadap travel yang memang tercatat di Kemenag,” tambahnya.

 

Kabul Budiono turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran paket umrah murah yang tidak masuk akal. Ia menekankan pentingnya memastikan legalitas biro perjalanan serta kelengkapan administrasi sebelum mendaftar.

 

“Kami imbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur iming-iming umrah murah. Pastikan harganya masuk akal, travelnya berizin resmi, tiketnya jelas, visanya ada, serta fasilitas yang ditawarkan sesuai,” tegasnya.

 

Ia juga menyarankan masyarakat untuk berkonsultasi dengan instansi terkait apabila menemukan tawaran perjalanan umrah yang mencurigakan.

 

“Jika ragu, bisa konsultasi ke kementerian haji dan umrah setempat,” ujarnya.

 

Selain itu, Kabul mengingatkan bahwa ke depan pengelolaan urusan haji dan umrah akan berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah, tidak lagi sepenuhnya ditangani oleh Kementerian Agama. (*/dvn)