Pemkab Berau Perkuat Mitigasi Kekeringan, Bupati Tegaskan Komitmen Lindungi Sektor Pertanian
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi sektor pertanian dari dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) mitigasi kekeringan lahan yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama seluruh kepala daerah, Senin (20/4/2026), di auditorium kantor pusat Kementan.
Dalam forum tersebut, Sri Juniarsih menyampaikan langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Berau. Upaya tersebut meliputi perbaikan irigasi persawahan melalui sistem perpompaan dan perpipaan, pembangunan embung, penyediaan pompa air, hingga pembangunan parit dam.
Selain itu, Pemkab Berau juga melakukan pemeliharaan irigasi tersier di empat kecamatan sentra produksi padi sawah. Tidak hanya itu, pemerintah daerah turut menyiapkan alat panen serta dryer berkapasitas 10 ton guna menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.
Meski berbagai langkah telah dilakukan, Sri Juniarsih mengungkapkan masih terdapat kendala di lapangan. Salah satunya adalah adanya lahan sawah yang terdampak intrusi air laut sehingga tidak dapat dipanen.
“Pemerintah Kabupaten Berau siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, termasuk memperkuat langkah mitigasi di lapangan agar dampak kemarau panjang dapat diminimalisir, khususnya bagi para petani,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementan menggelar rakor tersebut sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga Oktober mendatang. Dalam pertemuan itu, ditekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini guna meminimalkan dampak kekeringan, terutama pada sektor pertanian.
Beberapa fokus utama yang dibahas meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi sumber daya air, serta percepatan penerapan teknologi pertanian adaptif. Upaya tersebut termasuk penggunaan sistem irigasi efisien dan program pompanisasi.
Menanggapi berbagai kendala yang disampaikan daerah, Kementan disebut telah mengalokasikan anggaran untuk membantu penanganan permasalahan tersebut. Pemerintah daerah pun diminta segera melengkapi administrasi sebagai syarat tindak lanjut bantuan yang saat ini tengah diproses oleh Pemkab Berau.
Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga dan kesejahteraan petani dapat terlindungi di tengah ancaman kemarau panjang. (ADV)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.