Relokasi Rumah Warga Terdampak Banjir Long Ayap Mulai Dilaksanakan 2026
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) memastikan program relokasi rumah warga terdampak banjir di Kampung Long Ayap akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu prioritas daerah dalam penanganan bencana banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, mengatakan hingga saat ini pelaksanaan teknis relokasi masih menunggu terbitnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Meski demikian, program relokasi telah masuk dalam perencanaan dan dipastikan berjalan sesuai jadwal.
“DPA memang belum keluar, tetapi secara garis besar relokasi ini akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026,” ujar Juli Mahendra.
Ia menjelaskan, selain program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Disperkim juga mengalokasikan anggaran khusus untuk relokasi rumah warga korban banjir bandang di Kampung Long Ayap. Dari total 76 kepala keluarga (KK) yang terdampak, pada anggaran murni tahun 2026 direncanakan pembangunan 37 unit rumah.
“Untuk anggaran murni tahun ini, kemungkinan baru sekitar setengahnya dulu, yakni 37 KK atau 37 rumah yang direlokasi,” jelasnya.
Belum keluarnya DPA dan belum ditetapkannya pejabat pelaksana kegiatan, lanjut Juli, disebabkan adanya pergantian pimpinan di Disperkim. Kepala dinas yang baru dijadwalkan kembali aktif bertugas pada 13 Januari 2026.
Meski demikian, ia memastikan usulan relokasi telah diakomodir dan sejalan dengan arahan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menempatkan program perumahan dan relokasi sebagai skala prioritas daerah.
“Ini sesuai dengan visi Ibu Bupati, termasuk program BSPS dan relokasi, serta sejalan dengan program strategis nasional Asta Cita Presiden Prabowo terkait pembangunan tiga juta rumah,” katanya.
Terkait lokasi relokasi, Juli menyebutkan hingga kini belum ditetapkan secara resmi dan masih menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati. Penetapan lokasi akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi dan penganggaran rampung.
Dari sisi teknis, Disperkim telah melakukan pendataan dan observasi lapangan terhadap rumah warga yang roboh, hanyut, maupun yang masih berdiri. Pendataan juga mencakup kondisi sarana dan prasarana pendukung yang terdampak, meski penanganannya akan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lain sesuai kewenangan masing-masing.
“Banyak rumah warga yang hanyut dan roboh, sementara saat ini mereka masih menumpang di rumah keluarga. Lokasi kampung juga sangat dekat dengan bantaran sungai, sehingga relokasi dinilai penting untuk mencegah risiko bencana berulang,” terangnya.
Untuk spesifikasi bangunan, rumah relokasi direncanakan bertipe 36 dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Seluruh rumah akan dibangun dengan desain seragam menggunakan konstruksi semi permanen.
“Lantainya beton, sedangkan bagian atas menggunakan material kayu,” tambah Juli.
Ia berharap pembangunan tahap awal 37 unit rumah relokasi ini dapat menjadi langkah awal penanganan banjir tahunan di Kampung Long Ayap. Ke depan, Pemkab Berau menargetkan seluruh rumah terdampak dapat direlokasi secara bertahap melalui APBD murni, APBD Perubahan, maupun dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Harapannya, relokasi ini menjadi solusi jangka panjang, tidak hanya untuk Long Ayap, tetapi juga kampung-kampung lain yang rawan terdampak banjir,” pungkasnya. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.