IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Rencana operasional RSUD Tanjung Redeb pada bulan Mei mendatang di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb dinilai menghadapi tantangan serius, terutama pada aspek pembiayaan dan kesiapan sistem layanan.

Hal ini disampaikan tenaga ahli Syahrir A. Pasinringi Ketua Dewan pengawas RSUD Abdul rivai sekaligus tenaga ahli Universitas Hasanuddin (Unhas), yang menyampaikan dalam persiapan pendampingan Perizinan RSUD Tanjung Redeb yang berubah nama Menjadi RSUD Raja Alam menegaskan, membuka rumah sakit baru tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan dukungan anggaran awal yang cukup besar dari pemerintah daerah. Dana tersebut diperlukan untuk menopang operasional sebelum rumah sakit mampu berjalan secara mandiri.

“Pengalaman di berbagai daerah, operasional awal rumah sakit perlu ditopang anggaran pemerintah. Nilainya bisa puluhan miliar rupiah sebagai penyangga di tahap awal,” ujarnya, Senin (27/04/2026).

Menurutnya, rumah sakit yang baru beroperasi juga belum bisa langsung mengandalkan pembiayaan dari BPJS Kesehatan. Ada tahapan administratif dan akreditasi yang harus dilalui sebelum kerja sama tersebut dapat berjalan optimal.

Ia menambahkan, proses menuju rumah sakit yang benar-benar stabil membutuhkan waktu dan konsistensi kebijakan. “Tidak ada rumah sakit yang langsung terhubung dengan BPJS sejak awal. Semua harus melalui proses bertahap,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Syahrir menilai komitmen pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan operasional RSUD tersebut. Dukungan kebijakan dinilai menjadi kunci agar fasilitas yang telah dibangun tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan.

Namun, kesiapan anggaran, sumber daya, dan tahapan administratif menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar pelayanan dapat berjalan optimal sejak awal.

Syahrir berharap RSUD baru akan tetap beroperasi pada waktunya yang telah ditentukan sembari memperbaiki dan menambah segala kekurangan.

“Kalau saya ditanya ini rumah sakit mau dioperasi atau tidak, saya optimis mau segara dioperasikan. Sembari berjalan waktu memperbaiki segala kekurangan yang ada sampai sempurna,” tutupnya. (ADV/Pan).