Sari Jaya Dorong Ekonomi Warga Lewat Inovasi Pengolahan Limbah Amplang di Ajang TTG Kukar
OKEGAS.ID, Tenggarong – Penilaian Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi ruang kreativitas masyarakat. Tahun ini, Kelurahan Sari Jaya, Kecamatan Sangasanga, tampil menonjol dengan memadukan kearifan lokal dan teknologi sederhana berbasis limbah amplang.
Melalui inovasi mengolah sisa produksi amplang menjadi pakan ikan dan pupuk cair, warga Sari Jaya menunjukkan bahwa limbah rumah tangga dapat menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola dengan tepat. Upaya ini sekaligus menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Lurah Sari Jaya, Agusdina Fitriani, mengungkapkan bahwa gagasan tersebut lahir dari keresahan warga yang melihat banyaknya limbah amplang tidak terpakai. Melalui Posyantek Kelurahan, ide itu kemudian dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan perikanan.
“Posyantek kami fokus mengolah limbah amplang menjadi pakan ikan. Tahun ini kami juga membawa mesin pengaduk amplang sebagai inovasi pendukung dalam penilaian,” jelas Agusdina.
Ia menambahkan, persiapan menuju ajang TTG tidak membutuhkan waktu panjang karena masyarakat terbiasa bergotong royong dalam kegiatan produktif. Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pelaku UMKM menjadi pendorong utama tumbuhnya ide tersebut hingga dapat diwujudkan menjadi karya nyata.
“Gagasan ini muncul dari diskusi bersama warga. Ketua Posyantek, Pak Terimo, mengusulkan agar produk pakan ikan berbahan limbah amplang dibawa ke TTG. Alhamdulillah, tim penilai merespons sangat positif,” katanya.
Menurut Agusdina, TTG bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran tentang cara mengubah persoalan menjadi peluang usaha. Ia berharap inovasi serupa dapat terus berkembang untuk memperkuat ekonomi keluarga dan mendorong kreativitas masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang hasil akhir, tapi bagaimana inovasi bisa membantu meningkatkan keterampilan, membuka peluang pendapatan, dan memperkuat ekonomi lokal,” tambahnya.
Salah satu alat yang turut dipamerkan adalah mesin pengaduk amplang buatan warga bernama Mardi. Inovasi sederhana ini dinilai sangat membantu proses produksi yang sebelumnya dilakukan secara manual.
“Dulu mengaduk adonan harus pakai tangan dan sangat melelahkan. Sekarang prosesnya lebih ringan dan cepat, hasil adonannya juga lebih merata,” ujar Mardi.
DPMD Kukar melalui Ahmad Irji’i turut memberi apresiasi. Ia menilai, inovasi warga Sari Jaya mencerminkan karakter masyarakat yang adaptif dan kreatif dalam merespons kebutuhan di lapangan.
“Kreativitas masyarakat sangat terlihat. Setiap peserta menunjukkan keunikan dan potensi terbaiknya,” jelas Ahmad.
Ia menegaskan, TTG layak dipertahankan sebagai agenda rutin karena terbukti melahirkan ide yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap inovasi seperti ini semakin tumbuh sehingga dapat memperkuat kemandirian dan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (ADV)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.