IKLAN VIDEO LIST

“Target kami, taman ini menjadi ruang publik yang terus hidup. Tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menggerakkan kegiatan produktif warga,” tambahnya.

 

Pemerintah desa turut berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar untuk memperkuat sistem pengelolaan, sehingga taman dapat menjadi model bagi desa lain yang ingin mengembangkan ruang publik serupa.

 

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menilai inisiatif Desa Kota Bangun Ulu merupakan bukti bahwa inovasi berbasis kebutuhan masyarakat dapat menghasilkan dampak luas. Ia menekankan bahwa ruang publik yang menghadirkan interaksi sosial, aktivitas budaya, dan peluang ekonomi adalah bagian dari pembangunan desa yang progresif.

 

“Ketika desa mampu membaca potensinya sendiri, hasilnya dapat dirasakan langsung oleh warga. Taman ini menunjukkan bagaimana kreativitas lokal mampu menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan,” kata Arianto.

 

Ia memastikan DPMD Kukar akan terus memberikan pendampingan kepada desa-desa yang ingin memaksimalkan potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

 

“Langkah Desa Kota Bangun Ulu menjadi contoh bagaimana ruang publik bisa menjadi motor perubahan positif di tingkat desa,” tutupnya.