
Penyuluh Berau Bertambah, Pendampingan Petani Makin Merata
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kabupaten Berau kini berada dalam kondisi menantang. Meski menjalankan tugas vital mendampingi petani di wilayah terpencil dan bergeografi sulit, dukungan anggaran yang tersedia dinilai belum memadai untuk mendukung kinerja mereka.
Kepala UPT Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BP3) DTPHP Berau, Ilhamdi, menyebut bahwa dana operasional untuk seluruh penyuluh di Kabupaten Berau sangat terbatas. “Dana yang ada tak sebanding dengan kebutuhan yang ada,” ungkapnya.
Padahal kondisi medan di Berau membutuhkan usaha ekstra: banyak wilayah pertanian yang hanya bisa dijangkau dengan melewati jalan sulit, sungai, atau jalur terpencil. Untuk menjangkau petani, penyuluh seringkali harus menempuh perjalanan jauh, menghidupi sendiri biaya transportasi, bahan bakar, dan komunikasi.
Keterbatasan anggaran tak hanya menyulitkan mobilitas penyuluh. Terbatasnya dana juga membatasi frekuensi pendampingan, pelatihan, serta bimbingan teknis padahal pendampingan rutin adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas hidup petani.
Meski demikian, kondisi ini bukan tanpa respons. Tahun 2025, Pemkab Berau melalui DTPHP berencana menambah jumlah penyuluh sebanyak 35 orang guna mengurangi beban tiap penyuluh dan merata-kan pendampingan ke seluruh kampung dan kecamatan.
Namun bagi banyak penyuluh lapangan yang harus menyusuri medan berat, sering tanpa fasilitas memadai penambahan jumlah petugas saja tidak cukup tanpa peningkatan dukungan anggaran operasional dan sarana kerja yang layak. (ADV)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.