
Disbun Berau Mantapkan Pengembangan Kelapa Dalam
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Upaya legislatif mendorong optimalisasi sektor kelapa dalam di Kabupaten Berau mendapat respons positif dari Dinas Perkebunan (Disbun) Berau. Kepala Disbun, Lita Handini, menegaskan bahwa komoditas kelapa telah lama menjadi salah satu produk unggulan daerah dan terus menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi hulu maupun hilir.
Menurut Lita, arahan DPRD sejalan dengan fokus pemerintah daerah dalam memperluas areal tanam dan meningkatkan produktivitas kelapa. Bahkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turut memperkuat posisi kelapa dalam sebagai komoditas prioritas daerah.
“Kelapa dalam masuk sebagai produk unggulan daerah yang direkomendasikan,” terang Lita.
Ia menyebut, prospek jangka panjang komoditas ini sangat menjanjikan. Untuk meningkatkan produksi, Disbun Berau telah menjalankan sejumlah program hulu, antara lain pembinaan petani, pendampingan lapangan, hingga distribusi bibit unggul.
Di sisi lain, penguatan sektor hilir juga terus didorong dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar produk turunan kelapa memiliki nilai tambah ekonomi.
“Sektor hilir ikut didorong bersama melalui kerja sama OPD terkait,” ujarnya.
Salah satu langkah nyata pemerintah daerah adalah penyaluran bibit kelapa genjah sejak 2022 sebagai program stimulan. Bibit tersebut meliputi varietas kelapa entak, bido, dan pandan yang dinilai cocok dikembangkan di Berau. Program ini diharapkan mampu mempercepat regenerasi tanaman dan meningkatkan produktivitas di tingkat petani.
Selain itu, kelompok tani juga memiliki kesempatan mengajukan bantuan hibah berupa bibit maupun dukungan lainnya melalui mekanisme resmi kepada Bupati Berau. Namun, Lita mengingatkan bahwa terdapat persyaratan administratif yang wajib dipenuhi, seperti badan hukum kelompok, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan), serta memiliki lahan yang jelas dan bebas sengketa.
“Kelompok tani harus berbadan hukum dan terdaftar di Simluhtan,” tegasnya.
Dengan adanya perhatian dan dukungan dari DPRD Berau, Lita berharap pengembangan kelapa dalam ke depan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat, khususnya di kampung-kampung penghasil kelapa. Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan kelompok tani menjadi kunci memaksimalkan potensi komoditas unggulan ini. (ADV)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.