
Jagung di Berau: Bukan Sekadar Lumbung Pangan, Tapi Juga Daya Tarik Wisata
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb — Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, selama ini lebih dikenal lewat keindahan laut, pulau-pulau, dan kekayaan alamnya. Namun menurut laporan terbaru, Berau mulai mempromosikan potensi di sektor pertanian khususnya jagung tidak hanya sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai bagian dari destinasi wisata agraris.
Sejumlah kawasan pertanian jagung di Berau kini diperhitungkan sebagai lokasi yang menarik bagi wisatawan terutama bagi mereka yang ingin merasakan suasana pedesaan, kehidupan agraris, dan kebun jagung yang luas. Hal ini menunjukkan bahwa sektor agrikultur di Berau mempunyai nilai ganda: ekonomi dan wisata.
Berdasarkan data sektor pertanian dan perkebunan di Berau, jagung termasuk komoditas utama. Lahan untuk palawija dan jagung cukup luas, dan produksi jagung secara historis menjadi salah satu andalan daerah.
Selain itu, pemerintah setempat melalui dinas terkait terus mendukung petani jagung dari distribusi bibit unggul, pupuk, hingga penyuluhan untuk mendorong produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.
“Ini bukan sekadar menanam jagung, tetapi kita menanam masa depan kemandirian benih dan penguatan ekonomi petani lokal,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih.
Dengan potensi tersebut, jagung bukan hanya dijual sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi petani lokal terutama di komunitas pedesaan.
Pemanfaatan kebun jagung sebagai objek wisata agraris menunjukkan kreativitas lokal dalam mengoptimalkan sumber daya. Wisata di kebun jagung memungkinkan pengunjung merasakan suasana alami, belajar tentang proses pertanian, sekaligus menikmati keindahan lanskap hijau khas pedesaan Berau.
Model seperti ini menggabungkan pertanian dan wisata bisa menjadi alternatif ekonomi bagi masyarakat di luar sektor utama seperti pertambangan atau kehutanan. Terlebih jika didukung infrastruktur, aksesibilitas, dan promosi yang baik.
Konsep agrowisata jagung membawa manfaat berganda. Selain suplai pangan, petani dan masyarakat lokal mendapatkan peluang penghasilan tambahan lewat sektor wisata edukatif. Pengunjung bisa menyaksikan proses budidaya dari penanaman hingga panen belajar metode bertani modern, dan menikmati suasana pedesaan.
Di sisi lain, sektor pariwisata yang selama ini fokus pada laut dan pulau kini mulai diperluas. Pemerintah Kabupaten Berau beberapa waktu lalu menyatakan komitmennya menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan baru dan agrowisata jagung bisa menjadi bagian dari strategi tersebut.
Kombinasi antara pertanian dan pariwisata melalui jagung memberi Harapan bahwa Berau bisa mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif dan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. Jika dikelola dengan serius, agrowisata jagung bisa menjadi model keberlanjutan: menjaga cadangan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membuka jalur ekonomi baru yang ramah lingkungan.
Namun keberhasilan itu menuntut sinergi: antara petani pemerintah dan sektor swasta. Dengan dukungan kebijakan, akses modal, dan partisipasi aktif masyarakat, ladang jagung di Berau bisa tumbuh menjadi simbol “ketahanan pangan dan kearifan lokal” yang nyata bukan sekadar ide. (ADV).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.