
Produksi Padi Berau Melonjak, Pemkab Perkuat Dukungan untuk Petani
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb — Produksi padi di Kabupaten Berau menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025. Pemerintah kabupaten menyebut peningkatan ini tidak lepas dari penguatan sarana pertanian, pendampingan teknis, serta penyediaan bantuan alat dan bibit unggul kepada petani di berbagai kecamatan sentra gabah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, Hairul Saleh, mengatakan bahwa tren kenaikan produksi mulai terlihat sejak awal tahun, dan semakin menonjol pada musim tanam kedua 2025. Salah satu lokasi yang mencatat kenaikan paling tinggi adalah Kampung Buyung-Buyung.
“Pada musim tanam kedua tahun ini, hasil panen di Buyung-Buyung mencapai 700 ton. Angka itu naik tajam dibanding panen Januari–Juni yang sekitar 388 ton,” ujar Hairul.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa kombinasi teknologi, bibit yang lebih adaptif, dan pendampingan lapangan mampu mengangkat produktivitas petani secara cepat. “Kami tidak hanya memberikan alat dan pupuk, tetapi juga memastikan petani memahami cara mengoptimalkannya,” katanya.
Untuk tahun anggaran 2025, Pemkab Berau menyalurkan sekitar Rp 53 miliar bagi sektor pertanian. Dana ini digunakan untuk pengadaan bibit unggul padi, pupuk bersubsidi, alat mesin pertanian (alsintan), serta sarana pendukung panen.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak bisa ditunda. Ia menyebut bahwa dukungan kepada petani menjadi bagian strategis dalam menyokong ekonomi daerah.
“Sektor pertanian harus terus menjadi fondasi ekonomi Berau. Kemandirian pangan bukan hanya target jangka pendek, tetapi prioritas pembangunan,” kata Sri Juniarsih.
Berdasarkan laporan dinas, total produksi padi sawah di enam kecamatan pada 2024 mencapai 9.741,4 ton. Kecamatan Tabalar menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 4.000 ton.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.