IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – DPRD Berau menyoroti praktik tarif speedboat yang dinilai belum terstandarisasi, terutama pada jalur menuju kawasan wisata unggulan seperti Kepulauan Derawan dan Maratua. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga dinilai berisiko terhadap keselamatan wisatawan.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah yang menyebut transportasi laut merupakan pintu awal pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Berau. Namun, hingga kini pengelolaannya masih menyisakan berbagai persoalan mendasar.

“Jangan sampai tarif speedboat ditentukan sepihak. Dalam satu rute yang sama, tarif bisa berbeda-beda tanpa standar yang jelas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada rute Tanjung Batu menuju Pulau Derawan, tarif yang dikenakan kepada penumpang bisa berkisar Rp600 hingga Rp700 ribu rupiah tergantung kondisi dan penilaian operator di lapangan. Hal ini menunjukkan belum adanya kepastian harga yang adil bagi pengguna jasa.

Menurut Agus, ketidakjelasan tarif mencerminkan lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah terhadap layanan transportasi laut. Jika terus dibiarkan, kondisi ini berpotensi merugikan wisatawan sekaligus mencoreng citra pariwisata Berau.

“Wisatawan datang ingin menikmati keindahan. Tapi kalau sejak awal sudah merasa dirugikan, itu akan menjadi kesan buruk yang mereka bawa pulang,” katanya.

Selain persoalan tarif, DPRD juga menyoroti aspek keselamatan penumpang yang dinilai belum mendapat perhatian serius. Hingga kini, sebagian layanan masih berjalan tanpa tiket resmi maupun jaminan asuransi bagi penumpang.

“Kalau terjadi sesuatu, belum ada kepastian perlindungan bagi penumpang. Ini yang harus menjadi perhatian,” tegasnya.

DPRD pun mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Berau melalui instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), untuk segera melakukan penataan menyeluruh, mulai dari penetapan tarif standar, sistem tiket resmi, hingga jaminan keselamatan penumpang.

“Pariwisata tidak hanya soal keindahan, tetapi juga soal rasa aman. Kalau ingin sektor ini berkembang, maka sistem transportasi harus tertata dan profesional,” pungkasnya. (ADV/*).