IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – DPRD Kabupaten Berau mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) memperkuat langkah konkret dalam penanganan stunting, dengan memastikan program yang dijalankan tidak berhenti pada tataran administratif semata.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menilai upaya penurunan stunting harus dilakukan secara lebih masif dan langsung menyentuh masyarakat, terutama di wilayah Tertinggal, Terjauh dan Terdepan (3T).

“Penanganan stunting tidak boleh berhenti pada program administratif, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, terutama posyandu-posyandu terutama di pelosok,” ujar Dedet sapaan akrabnya, Senin (06/04).

Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti sanitasi, pola asuh, hingga kondisi lingkungan. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara terpadu lintas sektor.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, karena stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga terkait sanitasi, pola asuh, dan lingkungan,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan data yang akurat agar intervensi yang dilakukan pemerintah lebih tepat sasaran. Dengan data yang valid, program penanganan dapat difokuskan pada wilayah dan kelompok yang paling membutuhkan.

“Kami ingin intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan, berbasis data yang akurat dan terukur,” tegasnya.

Selain itu, pelibatan berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan. Mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga peran aktif masyarakat di tingkat kampung diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting.

DPRD berharap, dengan penguatan strategi dan implementasi di lapangan, penanganan stunting di Berau dapat menunjukkan hasil yang lebih signifikan dalam beberapa tahun kedepan. (ADV/Pan).