IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menerapkan konsep wisata halal menuai kritik dari kalangan legislatif. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong, menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan daya saing sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, penerapan aturan berpakaian bagi wisatawan dengan alasan nilai kesopanan dan kearifan lokal justru dapat membatasi minat kunjungan, khususnya wisatawan mancanegara yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

“Kalau memang konsep wisata halal diterapkan, kita bisa kalah saing dengan daerah lain. Di Bali dan Lombok saja sudah sangat ramah terhadap wisatawan luar,” ujarnya, Rabu (08/04/2026).

Rudi menilai, sektor pariwisata seharusnya dikembangkan secara inklusif dengan tetap memperhatikan kenyamanan wisatawan tanpa memberikan batasan yang berlebihan.

Ia khawatir, jika aturan tersebut diterapkan secara kaku, justru akan mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung ke Berau yang selama ini dikenal dengan destinasi bahari unggulannya.

“Kalau mau konsep seperti itu, dengan aturan berpakaian yang ketat, orang bisa saja memilih destinasi lain,” tegasnya.

Meski demikian, ia tidak menolak sepenuhnya nilai-nilai budaya lokal diterapkan dalam pengembangan pariwisata. Namun, menurutnya, pendekatan yang diambil harus seimbang dan tidak mengurangi daya tarik wisata.

DPRD pun mendorong pemerintah daerah untuk mengkaji kembali rencana tersebut secara matang, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, budaya, dan karakter wisatawan yang datang ke Berau. (ADV/Pan).