Mayday 2026 di Berau Berlangsung Kondusif, Serikat Buruh Soroti Isu Upah dan PHK
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Berau berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan yang dipusatkan di GOR Pemuda ini menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pengusaha, serta aliansi serikat buruh.
Mewakili Bupati Berau, Asisten Administrasi Umum Maulidiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengajak para pekerja menjadikan momentum Mayday sebagai dorongan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan.
“Pemerintah Kabupaten Berau memiliki komitmen kuat untuk memberantas kemiskinan dan ketimpangan sosial melalui perluasan lapangan kerja serta kebijakan yang solutif bagi pekerja dan masyarakat,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Maulidiyah juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pekerja dan pengusaha sebagai mitra strategis. Ia mengingatkan perusahaan agar memenuhi kewajiban terhadap pekerja sesuai regulasi, terutama terkait kesejahteraan.
“Perayaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja serta menciptakan hubungan industrial yang sehat dan harmonis,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga memaparkan capaian positif di bidang ketenagakerjaan dan pembangunan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 4,4 persen, turun dari 5,15 persen pada 2024. Sementara tingkat kemiskinan menurun dari 5,08 persen menjadi 4,44 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 77,17 pada 2024 menjadi 77,72 pada 2025, menempatkan Berau di posisi keempat tertinggi di Kalimantan Timur. Selain itu, 16 dari 17 sektor usaha tercatat mengalami pertumbuhan positif.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Anang Saprani, menyampaikan bahwa kelancaran kegiatan Mayday tahun ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak.
“Secara umum kegiatan berjalan aman, tertib, dan terkendali. Kita fokus pada perayaan bersama dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pekerja,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk meningkatkan anggaran pelaksanaan Mayday ke depan agar tidak lagi bergantung pada donasi.
Terkait isu ketenagakerjaan, Anang mengakui masih terdapat sejumlah persoalan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), upah, dan perlindungan tenaga kerja lokal.
“Tuntutan ini memang sudah lama ada. Kami akan terus menjembatani dan mencari solusi secara bertahap, termasuk memastikan tidak ada PHK sepihak tanpa pemenuhan hak pekerja,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan serikat buruh, Daud Yusuf dari Federasi Pertambangan dan Energi KSBSI, menyoroti masih adanya pelanggaran ketenagakerjaan di lapangan. Ia menyebut sejumlah pekerja masih menerima upah di bawah standar UMK, belum mendapatkan jaminan sosial BPJS, serta menghadapi jam kerja lembur yang tidak sesuai aturan.
“Kami hadir bukan sebagai pengacau, tetapi untuk mengingatkan. Kami ingin para pelaku usaha mematuhi aturan dan memberikan hak pekerja secara layak,” ujarnya.
Daud juga menekankan pentingnya peran pemerintah, DPRD, dan aparat dalam mengawasi perusahaan serta memfasilitasi penyelesaian konflik. Menurutnya, kurangnya komunikasi kerap memicu mogok kerja maupun aksi demonstrasi.
“Kami berharap pemerintah dapat menjadi mediator agar permasalahan bisa diselesaikan dengan baik. Jika komunikasi berjalan lancar, maka tidak akan ada mogok kerja atau demonstrasi,” katanya.
Peringatan Mayday 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha dalam mewujudkan kesejahteraan bersama serta hubungan industrial yang harmonis di Berau. (itn)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.