IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Abrasi pantai di wilayah pesisir Kabupaten Berau, khususnya di kawasan wisata unggulan Pulau Derawan, kembali menjadi sorotan. Selain mengancam permukiman warga, kondisi ini juga dinilai berpotensi mengganggu keberlanjutan sektor pariwisata daerah.

Anggota DPRD Berau Dapil III, Saga turut melontarkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Berau atas hilangnya anggaran abrasi yang dibincangkan pada tahun 2025 lalu senilai Rp25 Miliar. Namun saat ini anggaran tersebut tidak muncul pada tahun anggaran 2026 ini.

Saga menjelaskan, anggaran penanganan abrasi tersebut sebelumnya telah disepakati dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, berdasarkan penjelasan dari Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang), alokasi tersebut tidak lagi tersedia pada tahun berjalan.

“Ini saya sangat kecewa dengan pemerintah daerah. Betul-betul kecewa. Padahal tahun 2025 sudah ada anggarannya, tetapi saat saya tanyakan kepada Bapelitbang untuk 2026 sudah tidak ada, ternyata sudah tidak ada lagi,” ujarnya, Jumat (03/04).

Ia menilai kondisi ini berisiko memperparah dampak abrasi di lapangan. Bahkan, sejumlah fasilitas umum di kawasan pesisir dilaporkan sudah berada sangat dekat dengan bibir pantai dan terancam rusak.

“Di sana ada fasilitas seperti toilet yang jaraknya hanya sekitar tiga meter dari bibir pantai. Kalau tidak segera ditangani, tentu akan tergerus,” katanya.

 

Menurut Saga, penanganan abrasi seharusnya menjadi prioritas, terlebih pemerintah pusat disebut telah memberikan dispensasi dan mengetahui kondisi tersebut. Karena itu, ia mempertanyakan keputusan penghapusan anggaran yang sebelumnya sudah direncanakan.

Ia menegaskan, abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pariwisata di wilayah pesisir Berau, terutama di destinasi unggulan seperti Derawan dan Maratua yang selama ini menjadi daya tarik utama wisatawan.

“Ini juga menjadi indikator penting bagi pariwisata kita. Kalau pesisirnya terus terkikis, tentu akan berdampak pada kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Saga pun mendesak agar Pemda Berau segera mengembalikan alokasi anggaran penanganan abrasi pada tahun 2026, sebelum pembahasan anggaran 2027 dilakukan.

“Saya minta di tahun 2026 ini, sebelum kita masuk pembahasan anggaran 2027, anggaran abrasi yang sempat ada di 2025 itu bisa segera dikembalikan,” tegasnya. (ADV/Pan).