“Aerator ini kami nilai sebagai langkah yang sangat strategis. Kita akan lihat evaluasinya dalam empat bulan ke depan. Kalau terbukti membantu, maka teknologi ini harus disebarluaskan,” ujarnya, Kamis (19/6/2025).

Ia menambahkan, wilayah sepanjang Sungai Mahakam mulai dari Loa Janan hingga Kota Bangun memiliki ratusan kelompok budidaya yang bisa merasakan manfaat dari inovasi ini. (Adv)