
Agus Uriansyah Ingatkan Revitalisasi Bioskop Kota Tua Jangan Sekadar Megah di Awal
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Teluk Bayur, Agus Uriansyah, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang merevitalisasi gedung bioskop peninggalan era Hindia Belanda di kawasan Kota Tua Teluk Bayur.
Menurut Agus, perhatian pemerintah terhadap situs-situs sejarah di Teluk Bayur patut diapresiasi karena kawasan tersebut menyimpan banyak jejak sejarah penting di Kabupaten Berau.
“Kami menanggapinya secara positif. Selaku anggota DPRD khususnya dari Dapil II, tentu bersyukur masih ada kepedulian pemerintah terhadap situs sejarah yang ada di Teluk Bayur,” ujar Agus, Jumat, (15/5/2026).
Ia menjelaskan, gedung bioskop tersebut sebelumnya sempat difungsikan sebagai bioskop rakyat hingga gedung serbaguna. Namun seiring waktu, bangunan itu mengalami penurunan fungsi sebelum akhirnya direvitalisasi pemerintah daerah.
“Dulu ini gedung bioskop zaman Belanda, kemudian dipakai masyarakat untuk bioskop, teater, bahkan pernah juga digunakan sebagai gedung olahraga bulutangkis,” katanya.
Meski demikian, Agus mengingatkan revitalisasi bangunan tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata. Menurut dia, keberlanjutan pengelolaan dan manfaat jangka panjang justru menjadi hal paling penting.
“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya bangunannya megah atau cantik, tetapi bagaimana keberlangsungan dan kebermanfaatannya. Jangan sampai anggaran besar sudah dikeluarkan, tetapi akhirnya gedung ini terbengkalai,” tegasnya.
Ia menilai pemerintah daerah perlu segera menentukan pola pengelolaan yang jelas, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga agar operasional gedung tetap berjalan.
“Kalau tidak ada pengelolaan yang serius, nanti muncul coretan-coretan di tembok karena tidak ada yang menjaga dan merawat. Ini yang tidak kita harapkan,” ucapnya.
Menurut dia, konsep pengelolaan harus dipikirkan matang agar gedung tersebut dapat membiayai operasionalnya sendiri melalui berbagai kegiatan seni, pertunjukan, maupun aktivitas ekonomi kreatif.
“Kalau bisa difungsikan sebagai teater atau ruang kegiatan kreatif, tentu ada peluang ekonomi di situ. Tinggal siapa yang mampu mengelola dengan baik,” katanya.
Agus juga menilai kawasan Kota Tua Teluk Bayur memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah karena menyimpan banyak bangunan dan situs bersejarah lain.
Ia mencontohkan Lapangan Stengkol yang disebut telah ada sejak 1929, museum batubara, hingga sejumlah bangunan peninggalan lama yang masih tersisa di kawasan tersebut.
“Teluk Bayur ini memang kota tua yang punya banyak sejarah. Potensi seperti ini harus dijaga dan dikembangkan,” imbuhnya.
Selain itu, dirinya yang tergabung dalam Komisi II DPRD Berau juga menilai keberadaan bioskop tua tersebut nantinya dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar apabila dikelola secara aktif dan berkelanjutan.
“Kalau ini berjalan baik, UMKM bisa tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak. Tapi memang harus ada orang-orang yang punya kreativitas dan pemikiran luas untuk menghidupkan kawasan ini,” katanya.
Ia menyebut dalam waktu dekat pihaknya bersama sejumlah pemuda dan tokoh masyarakat Teluk Bayur berencana meninjau langsung kondisi bangunan setelah revitalisasi selesai dilakukan.
“Kami ingin melihat langsung apakah gedung ini sudah siap difungsikan dan bagaimana konsep pengelolaannya nanti,” tutupnya. (ADV/Pan).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.