OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Berau Expo 2026 resmi dibuka pada Jumat (16/10/2026) di GOR Graha Pemuda, Tanjung Redeb. Berlangsung hingga 25 Oktober mendatang, kegiatan ini diharapkan menjadi ajang promosi potensi daerah, menggerakkan perekonomian masyarakat, serta memperkuat pelestarian seni dan budaya lokal.

Mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera”, Berau Expo tahun ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut dengan berbelanja produk lokal, menikmati pertunjukan seni dan budaya, serta mengakses berbagai layanan publik yang disediakan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Berau Expo merupakan wadah perputaran ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian adat dan budaya melalui pertunjukan seni yang dihadirkan di panggung utama. Kami berharap kegiatan ini juga memberikan kegembiraan bagi masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Sri Juniarsih menjelaskan, Berau Expo kembali digelar setelah sebelumnya tertunda menyusul arahan Kementerian Dalam Negeri terkait pembatasan kegiatan seremonial dan pengumpulan massa dalam jumlah besar demi menjaga kondusivitas.

Menurutnya, pelaksanaan expo tahun ini juga diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang memengaruhi kualitas udara di Kabupaten Berau.

“Kita menyadari saat ini Berau belum dalam keadaan baik-baik saja. Kualitas udara tidak sesegar biasanya, sehingga masyarakat mungkin merasa lelah, khawatir, bahkan suasana hati sedikit muram. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi penghibur dan menghadirkan energi positif bagi kita semua,” katanya.

Ia berharap Berau Expo tidak hanya menjadi pusat hiburan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pendapatan pelaku usaha lokal. Karena itu, masyarakat diminta mengutamakan produk UMKM Berau sekaligus memanfaatkan layanan yang tersedia di stan-stan OPD.

Menurut bupati, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi mengenai program pembangunan yang telah terlaksana maupun yang masih dalam proses.

“Perputaran ekonomi saya harapkan lebih bergerak cepat dan tentu saja dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau,” tuturnya.

Selain mendorong transaksi ekonomi, Sri Juniarsih mengingatkan peserta stan dan pengunjung agar menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. Setiap pelaku usaha diminta mengelola sampah masing-masing sebelum diangkut petugas kebersihan.

“Berau sedang bertransisi menjadi daerah wisata. Karena itu, kita harus membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membantu petugas kebersihan menjaga lingkungan tetap bersih,” tegasnya.

Libatkan 106 Peserta Stan dan 170 Pedagang

Ketua Panitia Berau Expo 2026 yang juga Asisten III Setda Berau, Maulidiyah, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini melibatkan 106 peserta stan yang difasilitasi melalui kepanitiaan. Peserta tersebut terdiri dari 33 OPD, BUMN dan BUMD, 13 kecamatan, serta 60 peserta umum dari berbagai sektor.

Peserta umum meliputi perwakilan dunia pendidikan, pelaku UMKM, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, dunia usaha, hingga komunitas lainnya.

Selain stan pameran, terdapat 170 pedagang yang berpartisipasi secara mandiri melalui pengelolaan pihak penyelenggara. Mereka terdiri dari pedagang kuliner, pakaian, kendaraan, dan berbagai produk lainnya, dengan dukungan 70 tenda besar serta 100 lapak pedagang kaki lima.

Maulidiyah menjelaskan, Berau Expo bertujuan menyampaikan informasi hasil pembangunan daerah hingga 2026 sekaligus memperkenalkan rencana pembangunan ke depan. Kegiatan ini juga menjadi sarana promosi pariwisata, potensi investasi, pengembangan ekonomi kreatif, serta pelestarian seni dan budaya lokal.

Selama expo berlangsung, panitia akan melakukan penilaian terhadap stan peserta. Aspek yang dinilai meliputi pelayanan dan interaksi dengan pengunjung, kreativitas dan inovasi, serta kesesuaian tampilan stan dengan tema kegiatan.

Berau Expo 2026 menghadirkan dua panggung hiburan, yakni panggung utama di Lapangan Pemuda dan panggung kreativitas di dalam GOR Graha Pemuda.

Sejumlah artis dijadwalkan tampil untuk menghibur masyarakat. Fabio Asher dijadwalkan tampil pada 16 Oktober, May Sahira pada 21 Oktober, dan The Rain pada 25 Oktober 2026.

Selama 10 malam pelaksanaan, panggung utama juga akan diisi beragam pertunjukan, mulai dari kesenian daerah, tari Nusantara, kuntau, peragaan busana batik Berau, stand-up comedy, marching band, musik tradisional, hingga sulap.

Sementara itu, panggung di dalam GOR akan menjadi ruang bagi peserta stan untuk menampilkan kreativitas melalui berbagai perlombaan, talk show, podcast, beauty class, peragaan busana, serta pertunjukan tari daerah.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, panitia menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain posko keamanan, posko kesehatan, pemadam kebakaran, musala, toilet, serta meja informasi dan kotak saran di stan DPMPTSP.

Sebanyak 10 personel kesehatan dari Dinas Kesehatan akan disiagakan setiap hari dalam dua tim yang terdiri dari dokter, perawat, dan pengemudi. Selain itu, 25 petugas kebersihan akan dikerahkan setiap hari untuk membersihkan area kegiatan secara berkala. (*/ADV/nto)