Diduga Dipicu Penyalinan BBM, Kebakaran Hanguskan 11 Kios di Tanjung Selor
OKEGAS.ID, Tanjung Selor – Pasca kebakaran hebat yang melanda deretan kios di Jalan Jelarai, tepatnya di depan Tugu Lamlai Suri (Telur Pecah), Kabupaten Bulungan, Kaltara pada Jumat malam (30/01). Akhirnya pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan mengungkapkan dugaan sementara yang menyebabkan belasan kios yang berlokasi di kawasan padat aktivitas lalu lalu lintas itu hangus terbakar serta menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp900 juta.
Polresta Bulungan mengungkapkan, bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas penyalinan BBM jenis Pertalite di salah satu kios sembako.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo menyebutkan jika dugaan sementara berawal dari penyalinan BBM milik salah satu kios.
“Ya benar untuk dugaan sementara itu api berasal dari salah satu kios saat melakukan penyalinan BBM jenis Pertalite di area garasi parkiran kios sembako,” ujar Hadi, Sabtu (31/1).
Lebih lanjut Hadi tambahkan bahwa api dengan cepat membesar setelah BBM yang disalin menggunakan jerigen diduga tumpah dan tersulut api, sehingga merambat ke kios-kios di sekitarnya.
Kemudian berdasarkan keterangan saksi, salah satunya Ehud Fernandus (38), pemilik konter ponsel yang ikut terbakar, api pertama kali terlihat sekitar pukul 18.30 WITA. Saat itu, ia sedang memperbaiki telepon genggam di dalam konternya.
“Menurut keterangan saksi awalnya terlihat garis-garis api di depan konter. Sempat dipadamkan pakai pasir, tapi ternyata api juga muncul dari warung sembako dan tempat penjualan BBM di samping garasi,” ungkapnya.
Lalu situasi semakin memburuk ketika sebuah mobil jenis Toyota Hilux yang terparkir di garasi keluar dalam kondisi api masih menyala di sekitar tangki BBM.
Mobil tersebut dikemudikan Muhammad Dong. Saat melaju, BBM diduga tumpah ke aspal, sehingga api membentuk garis memanjang di jalan dan mempercepat penyebaran kebakaran.
Saksi lain, Asriani, tetangga pemilik warung, mengaku sempat melihat api muncul dari samping rumah sebelum menyambar kendaraan dan bangunan lain.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual sebelum akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dan petugas tiba memadamkan api dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.47 WITA berkat kerja sama tim gabungan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara yang dibantu personel TNI, Polri.
Serta Satpol PP, serta masyarakat sekitar. Proses pemadaman juga didukung kendaraan AWC dan kendaraan taktis milik Polri.
Dari kejadian ini berdasarkan data yang dihimpun menurut Hadi ada sebanyak 11 unit ruko dan kios dilaporkan hangus terbakar. Bangunan tersebut diketahui milik Hasan, warga Rawau Payau, Tanjung Selor.
“Ya beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 10 kepala keluarga terdampak kehilangan tempat usaha dan hunian,” sebutnya.
“Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi oleh Satreskrim Polresta Bulungan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” sambung dia.
Polisi masih mendalami unsur kelalaian serta kemungkinan pelanggaran hukum terkait aktivitas penyalinan dan penjualan BBM eceran di kawasan padat penduduk.
Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap praktik penyalinan dan penjualan BBM ilegal di lingkungan permukiman, yang berpotensi menimbulkan risiko kebakaran dan membahayakan keselamatan masyarakat. (Lia)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.