IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Guna memperkuat jaringan listrik di objek-objek wisata Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berencana memperkuat jaringan listrik di sejumlah objek wisata dengan menggandeng PT PLN (Persero). Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pengembangan destinasi wisata, sekaligus menunjang layanan pendukung seperti konektivitas digital.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan bahwa rencana tersebut dibahas dalam rapat bersama PLN yang digelar di Kantor Diskominfo Berau, Jalan APT Pranoto, Kamis (25/12) lalu. Pertemuan itu turut melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) serta Bapelitbang Berau.

“Pada Kamis lalu kami rapat dengan PLN, bersama Dinas Pariwisata dan Bapelitbang. Prinsipnya, PLN mendukung pengembangan pariwisata di Berau, sepanjang memenuhi kriteria teknis yang mereka tetapkan,” ujar Didi.

Ia menjelaskan, tindak lanjut dari pertemuan tersebut adalah pendataan dan pemetaan objek wisata yang memungkinkan untuk dialiri jaringan listrik konvensional. Pendataan akan dilakukan setelah terbit surat keputusan (SK) penetapan objek wisata.

“Nanti Diskominfo, PLN, dan Dinas Pariwisata akan turun bersama untuk melihat langsung. Jika memungkinkan dipasang jaringan distribusi, maka Dinas Pariwisata akan mengajukan permohonan pemasangan listrik ke PLN,” katanya.

Didi menambahkan, ketersediaan listrik juga berkaitan langsung dengan rencana penyediaan fasilitas pendukung lainnya, seperti layanan WiFi gratis di destinasi wisata. Selama ini, keterbatasan listrik menjadi salah satu kendala utama dalam penyediaan infrastruktur digital.

“Kalau tidak ada listrik, tentu WiFi juga tidak bisa dipasang. Solar cell sempat menjadi opsi, tetapi di beberapa lokasi ada kendala keamanan, seperti pencurian baterai dan komponen,” ujarnya.

Menurut Didi, untuk destinasi wisata yang lokasinya jauh dan berada di kawasan terpencil—seperti Tambalang yang berada di tengah hutan atau Teluk Sumbang—investasi pembangunan jaringan listrik membutuhkan biaya sangat besar. PLN, kata dia, menyebutkan bahwa pembangunan jaringan sepanjang satu kilometer dapat menelan biaya hingga Rp 6,5 miliar.

“PLN juga perusahaan yang tentu harus mempertimbangkan aspek investasi dan keuntungan. Karena itu, semua harus dihitung dengan cermat,” kata Didi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan destinasi wisata yang memiliki potensi kunjungan tinggi dan prospek pengembangan yang menjanjikan. Untuk wilayah yang belum memungkinkan dialiri listrik PLN, opsi alternatif tetap akan dikaji.

“Prinsipnya, kami masih mengutamakan jaringan PLN. Kalau tidak memungkinkan karena biaya investasinya terlalu besar, baru kita pertimbangkan alternatif lain,” ujarnya.

Didi menyebutkan, sejumlah destinasi wisata utama seperti Biduk-biduk, Maratua, Derawan, dan Tanjung Batu saat ini sudah terlayani listrik. Adapun objek wisata di wilayah pedalaman akan menjadi fokus pendataan lanjutan.

“Kami sudah sampaikan juga saat di BPK Provinsi, bahwa Diskominfo akan melakukan pendataan ulang objek-objek wisata yang memungkinkan untuk dialiri listrik. Kami ingin mencari solusi paling tepat agar seluruh destinasi wisata di Berau dapat didukung infrastruktur dasar yang memadai,” pungkasnya. (*/pan).