IKLAN VIDEO LIST

 

“Desa yang masih memakai diesel sudah kita bantu peningkatan kapasitasnya. Namun karena biaya operasional sangat besar, mereka mengusulkan penerangan tenaga surya. Usulan ini akan kita masukkan dalam anggaran 2026,” tambahnya.

 

Selain pembangunan jaringan, DPMD Kukar juga memperbarui data dusun-dusun yang belum sepenuhnya mendapat listrik meski desa induknya sudah terang. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari akses penerangan.

 

Saat ini, sejumlah wilayah seperti Bukit Pariaman, Mulawarman, Kedang Murung, dan Kembang Janggut sudah menikmati listrik dari PLN maupun sistem berbasis tenaga surya.

 

Arianto menegaskan bahwa pemerataan listrik memiliki dampak langsung terhadap perkembangan desa. Selain membuka ruang aktivitas di malam hari, keberadaan listrik juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

 

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi penggerak ekonomi. Ketika desa terang, aktivitas warga hidup dan kesejahteraan ikut tumbuh. Target kami, seluruh rumah di Kukar harus menikmati listrik 24 jam,” tegasnya. (ADV)