IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Upaya mendorong peralihan ekonomi dari sektor ekstraktif menuju ekonomi hijau di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan DPRD. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menilai gagasan tersebut masih belum sepenuhnya terwujud dalam bentuk program yang konkret.

Ia mengingatkan, konsep ekonomi hijau tidak cukup hanya disampaikan dalam perencanaan atau dokumen kebijakan, tetapi harus diterjemahkan ke dalam langkah nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan sampai hanya berhenti pada narasi. Masyarakat butuh bukti di lapangan,” ujarnya.

Menurut Rudi, hingga saat ini struktur ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor pertambangan. Kondisi tersebut dinilai rentan, terutama jika tidak diimbangi dengan penguatan sektor lain sebagai alternatif sumber pertumbuhan.

Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih serius mengembangkan sektor non-tambang, seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi.

Selain itu, ia menilai pentingnya penyusunan peta jalan atau “roadmap” yang jelas dan terukur agar arah transisi ekonomi tidak berjalan tanpa arah. Tanpa perencanaan yang matang, perubahan yang diharapkan berpotensi tidak memberikan dampak signifikan.

Rudi juga menekankan bahwa keberhasilan transisi ekonomi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan keberpihakan kebijakan. Dukungan terhadap pelaku usaha lokal, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta akses terhadap pasar menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

DPRD berharap Pemda dapat segera mempercepat implementasi program-program strategis yang mendukung ekonomi hijau, sehingga tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi arah pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Berau. (ADV/Pan).