
DPRD Berau Tolak Wacana WFH ASN, Khawatir Layanan Publik Terganggu
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Rencana penerapan sistem kerja dari rumah atau “Work From Home” (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai penolakan dari Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto yang menilai kebijakan tersebut berpotensi mengganggu pelayanan publik yang selama ini bergantung pada kehadiran langsung pegawai di kantor.
Menurut Dedy, pelayanan kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan administrasi kependudukan, tidak dapat sepenuhnya dialihkan ke sistem daring.
“Kalau nanti semua WFH, masyarakat yang mau mengurus KTP atau KK bagaimana? Kasihan masyarakat yang butuh pelayanan,” ujarnya.
Ia menekankan, meski jam kerja hari Jumat relatif lebih singkat, keberadaan petugas di kantor tetap penting, khususnya bagi warga yang datang dari wilayah jauh untuk mengurus dokumen penting.
“Walaupun setengah hari, pelayanan itu tetap harus ada. Jangan sampai masyarakat datang, tapi tidak terlayani,” katanya.
Selain itu, Dedy juga menilai kebijakan WFH setiap Jumat tidak efisien dan berpotensi menurunkan produktivitas ASN. Ia berpendapat, waktu libur akhir pekan yang sudah tersedia selama dua hari dinilai cukup.
“Sudah ada Sabtu dan Minggu sebagai hari libur. Tidak perlu ditambah lagi, nanti justru mengganggu ritme kerja,” imbuhnya.
Ia mengingatkan, kebijakan yang memberikan kelonggaran berlebih dikhawatirkan berdampak pada menurunnya etos kerja pegawai, sekaligus memperlambat proses pelayanan kepada masyarakat.
DPRD Berau pun meminta agar rencana tersebut dikaji kembali secara matang, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap pelayanan publik di daerah.
“Jangan sampai kebijakan ini justru merugikan masyarakat. Pelayanan harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya. (ADV/*).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.