
Galon Bekas Disulap Jadi Perangkap Hama Surya, Pertanian Berau Dorong Prinsip Zero Waste
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb — Upaya meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di sektor pertanian terus dilakukan di Kabupaten Berau. Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT BBPHA) Berau mengembangkan inovasi lampu perangkap hama bertenaga surya yang dibuat dari galon plastik bekas.
Inovasi yang lahir di tingkat daerah ini menjadi bagian dari penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular di sektor pangan. Kepala UPT BBPHA Berau menjelaskan, perangkap tersebut dirancang untuk membantu petani mengendalikan hama tanpa ketergantungan pada listrik atau pestisida kimia.
“Kami ingin memberi solusi murah namun efektif, sekaligus mengurangi sampah plastik yang jumlahnya makin banyak di lingkungan,” ujar perwakilan UPT BBPHA Berau.
Perangkat itu bekerja dengan lampu LED yang menarik serangga hama pada malam hari, kemudian serangga akan terperangkap di wadah penampung. Energi lampu sepenuhnya berasal dari panel surya, sehingga mampu beroperasi di area persawahan terpencil.
Teknologi pengendalian hama berbasis cahaya tersebut dinilai lebih aman bagi kesehatan lingkungan dan meminimalkan risiko kerusakan tanah akibat pestisida berlebih.
Di tengah tekanan alih fungsi lahan dan perubahan iklim yang memengaruhi produksi pangan, inovasi ini menjadi dukungan tambahan bagi petani agar tetap mampu menjaga produktivitas lahan.
Solusi memanfaatkan barang bekas juga membuka peluang partisipasi masyarakat, karena alat dapat dibuat menggunakan bahan yang tersedia di sekitar.
Meski memberi harapan, efektivitas alat masih bergantung pada jenis hama yang dominan. Serangga yang tidak tertarik cahaya, seperti hama tanah, tetap memerlukan metode pengendalian lain.
Selain itu, dibutuhkan pendampingan agar petani dapat merawat perangkat dengan baik serta membaca informasi populasi hama yang ditangkap untuk menentukan tindakan lanjutan.
Dengan inovasi ini, sektor pertanian Berau menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu mahal dan modern untuk memberikan dampak. Selama mampu menjawab kebutuhan petani dan ramah lingkungan, langkah kecil seperti memanfaatkan galon bekas pun menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. (ADV).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.