Penyebab Kebakaran di Jalan Milono, Diduga Karena Korsleting Listrik, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2,5 Miliar
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Milono, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Jumat (02/01) pagi kemarin, menghanguskan tiga unit rumah warga dengan estimasi kerugian material mencapai Rp 2,5 miliar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 Wita. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh kondisi kelistrikan, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
“Untuk sebab akibat, dugaan sementara kemungkinan dari kelistrikan. Namun rilis resminya nanti dari pihak kepolisian,” ujar Nofian.
Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena rapatnya bangunan di lokasi kejadian. Api baru dapat dikendalikan setelah kurang lebih tiga jam upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan.
“Pemadaman memakan waktu sekitar tiga jam. Strategi yang kami lakukan adalah sistem blocking, tidak langsung ke titik api, tetapi mengamankan sisi kanan dan kiri agar api tidak merembet,” katanya.
Sebanyak tujuh hingga delapan unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, dibantu satu unit dari Polres Berau. Selain itu, unsur PMI, Basarnas, TNI, Polri, serta warga sekitar turut terlibat dalam upaya penanganan kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, tiga rumah yang berdempetan dilaporkan terdampak, dengan total lima kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Salah satu rumah diketahui merupakan rumah kos dengan sejumlah sekat di dalamnya.
Dalam peristiwa ini, satu orang korban dilaporkan mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit dengan tingkat luka sekitar 10 hingga 15 persen. Sementara korban lainnya hanya mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.
“Korban luka bakar satu orang dirawat di rumah sakit. Yang lain hanya luka ringan, seperti tangan dan wajah, sehingga rawat jalan,” jelas Nofian.
Para korban sementara dievakuasi ke rumah keluarga terdekat. BPBD memastikan tidak mendirikan posko pengungsian karena seluruh korban memiliki keluarga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Tidak ada posko pengungsian karena rumah keluarga korban berada di sekitar lokasi,” pungkasnya. (*/pan)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.