
Produk Ikan Kaleng Berau Masuki Tahap Uji Akhir, Siap Melaju ke Pasar Setelah Kantongi Izin BPOM
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Upaya Dinas Perikanan (Diskan) Berau dalam mengembangkan produk olahan ikan kaleng semakin mendekati tahap akhir. Produk yang digarap bersama kelompok masyarakat pesisir ini kini tengah menunggu hasil resmi dari uji F0—tahapan krusial untuk memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskan Berau, Maulidiyah, menjelaskan bahwa uji F0 merupakan persyaratan utama untuk memastikan keamanan pangan sebelum produk dipasarkan secara luas.
“Uji F0 penting untuk memastikan tidak ada mikroorganisme patogen yang bertahan dalam produk, termasuk bakteri tahan panas yang berpotensi menimbulkan keracunan,” jelasnya.
Untuk memastikan kualitas terbaik, Diskan Berau menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM), yang memiliki laboratorium dan kompetensi pengujian makanan olahan berstandar tinggi. Selama periode 24–28 November 2025, UGM telah melakukan pengujian terhadap tujuh varian produk ikan kaleng.
Tahapan berikutnya adalah uji mikrobiologi, di mana setiap produk diuji menggunakan 15 sampel kaleng dan menjalani lima parameter pengujian.
“Kesimpulan sementara dari simulasi uji F0 sudah baik setelah beberapa kalibrasi mesin autoklaf. Namun kami tetap menunggu laporan resmi dari tim penguji,” ujar Maulidiyah.
Hasil resmi baru dapat dikeluarkan setelah masa observasi minimal 14 hari. Sampel produk disimpan dalam kondisi tertentu untuk memastikan sterilisasi berlangsung sempurna.
Meski izin edar belum terbit, produk ikan kaleng ini telah melalui produksi terbatas dan diuji konsumsi secara internal. Beberapa sampel bahkan disimpan selama satu tahun, dan ketika dibuka kembali tetap layak konsumsi tanpa penurunan kualitas.
Dengan indikasi hasil yang positif, Diskan Berau optimis produk ini memiliki potensi kuat untuk dipasarkan secara lebih luas.
“Setelah izin BPOM keluar, tentu kepercayaan pasar akan meningkat, dan peluang pengiriman ke luar daerah akan semakin terbuka,” tambahnya.
Saat ini produksi melibatkan kelompok PKK kampung serta warga Kecamatan Pulau Derawan. Peralatan produksi berada di SMK 3 Tanjung Batu, sementara masyarakat Pulau Derawan menjadi produsen awal dalam program pemberdayaan ini.
Tujuh Varian Menu Siap Dipasarkan
Ada tujuh varian produk ikan kaleng yang telah berhasil diproses, yaitu:
- Suwir tuna sambal hijau
- Tuna pedas
- Mercon balelo
- Pesisir
- Sate goreng kerang
- Ikan asap kare
- Bandeng mercon
Seluruh produk tersebut baru dapat dipasarkan setelah proses uji dan masa karantina 14 hari selesai serta laporan resmi dari UGM diterima.
“Kalau semua berjalan lancar dan laporan hasil uji sudah keluar, produk ini siap dipasarkan,” tegas Maulidiyah.
Apabila minat pasar meningkat, Diskan Berau berencana memperluas program produksi ikan kaleng ke wilayah pesisir lain di Kabupaten Berau. Langkah ini sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui produk olahan yang bernilai tambah tinggi.
Dengan inovasi dan standar keamanan yang terus ditingkatkan, produk ikan kaleng Berau digadang-gadang menjadi ikon baru oleh-oleh sekaligus andalan industri perikanan lokal. (ADV)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.