IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Rudi Parasian Mangunsong meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak hanya memperhatikan daerah pesisir, tetapi juga daerah pedalaman khususnya Kecamatan Segah dalam pengembangan sektor pariwisata.

Ia melihat pembangunan pariwisata yang lebih condong ke pesisir terutama Kepulauan Derawan, Biduk-biduk dan sekitarnya. Ia menilai, pengembangan sektor pariwisata yang merata dapat menjadi salah satu solusi untuk mendorong diversifikasi ekonomi daerah di masa depan.

“Pembangunan sektor pariwisata harus menyeluruh tak hanya pada titik tertentu saja, mau bagaimana pun Berau tidak bisa terus ketergantungan terhadap tambang,” ujarnya Selasa (24/03) kemarin.

Hal ini penting guna mengurangi ketergantungan Berau terhadap sektor pertambangan di masa depan. Ini selaras yang terkandung dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Berau 2025-2029 dengan visi “Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur dan Sejahtera” dan RPJMD 2025-2025 yang mengusung visi “Berau Mempesona 2045  fokus kepada pembangunan sektor Non-tambang, khususnya sektor pariwisata.

Lebih lanjut, ia mencontohkan salah satu destinasi yang cukup dikenal di Segah yaitu, Air Terjun Tembalang yang cukup ramai dipadati oleh pengunjung di hari-hari tertentu terutama libur panjang. Ia menyoroti kendala akses yang sering dihadapi oleh para wisatawan salah satunya mobilitas rute rumit dan akses internet.

“Seharusnya Pemda bisa membangun sarana dan prasarana yang lebih representatif di sana,” katanya.

Namun, ia pun menyadari yang menjadi kendala Pemda Berau karena status kawasan Air Terjun Tembalang yang masuk dalam Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Ia mengusulkan agar status kawasan tersebut diubah entah menjadi Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Potensial atau desa wisata. Hal ini dilakukan supaya Pemda dapat menjadikannya sebagai aset daerah agar dapat dikelola dengan lebih baik.

“Ya, selama ini kan berbenturan karena status wilayahnya yang masuk hutan lindung, sayang usulkan agar status kawasannya diubah agar bantuan Pemda bisa masuk ke sana,” imbuhnya.

Di sisi lain, Rudi pun menyadari bahwa sektor pariwisata tidak bisa sempurna dalam waktunya singkat mengingat industri pariwisata yang merupakan industri yang kompleks yang mencakup berbagai hal, sektor ini sering dikatakan sebagai industri tak beruap dan Industri Jasa Terpadu, karena tidak membutuhkan pembangunan pabrik yang menghasilkan polusi udara dan melibatkan jasa multidimensi seperti perhotelan, biro perjalanan, restoran, dan transportasi.

“Tapi mah bagaimana kalau berbicara pariwisata itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, bukan seperti air yang mengalir yang harus jadi dalam waktu yang singkat,” pungkasnya.

Ia berharap ke depan pemerintah dapat lebih serius mengembangkan potensi wisata secara merata, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (ADV/Pan).