IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb — Destinasi Air Panas Asin Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, terus menunjukkan daya tarik kuat bagi wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah. Kendati sejumlah fasilitas masih dalam proses perbaikan, kunjungan ke lokasi ini tetap stabil terutama saat akhir pekan dan musim libur.

 

Menurut data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau (Disbudpar Berau), Pemapak termasuk salah satu dari empat destinasi unggulan yang paling banyak menyumbang retribusi wisata, bersama dengan objek wisata seperti Labuan Cermin, Pulau Derawan dan objek wisata sejarah/budaya.

 

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menyatakan bahwa sejak 2023 Pemapak sudah dibuka untuk umum dan sejak saat itu, kunjungan terus meningkat. “Setiap akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung selalu membludak,” ujarnya, menegaskan bahwa meskipun pengembangan baru mencapai sekitar 50 persen dari rencana masterplan, minat wisatawan tak surut.

 

Pemerintah daerah menyadari tantangan akses dan fasilitas sebagai kendala. Untuk itulah, pada 2025 Pemkab Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar untuk memperbaiki sarana dan prasarana di area Pemapak termasuk penataan jalur masuk/keluar, pembangunan gazebo, penataan sungai, hingga peningkatan fasilitas dasar seperti toilet, serta keamanan lokasi.

 

Meskipun demikian, kombinasi antara keunikan air panas asin karakteristik alam yang jarang dijumpai dan suasana alam tropis menjadikan Pemapak sebagai alternatif wisata yang menarik, tidak hanya bagi pencari relaksasi tetapi juga wisata keluarga dan pelancong lokal. Sebuah studi ekowisata menyebut, daya tarik Pemapak meliputi rasa air yang asin dan hangat, aliran sungai, serta vegetasi mangrove di sekitarnya menjadikannya lokasi wisata alam yang potensial dan unik dibanding kebanyakan pemandian air panas di Indonesia.

 

Disbudpar Berau berharap dengan perbaikan fasilitas dan akses, Pemapak bisa semakin ramah bagi wisatawan, termasuk yang datang dari luar kabupaten. Rencana pengembangan mencakup jalur tracking ke area belakang, pemisahan jalur masuk dan keluar, serta pengamanan area mata air.

 

Dengan terus digenjotnya pembenahan dan promosi, Pemapak tidak hanya diandalkan sebagai objek wisata tetapi juga sebagai potensi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah melalui retribusi wisata, serta penggerak ekonomi lokal melalui homestay, usaha kecil, dan jasa wisata. (ADV).