IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Bimbingan Teknis Bagi Pemerintah Desa (Pemdes) dalam pengelolaan data Indeks Desa (ID) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bupati Berau, Jalan APT Pranoto, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, mendorong para kepala kampung untuk mengoptimalkan potensi dan penggunaan anggaran desa agar lebih berdampak pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Said, pembangunan kampung menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Desa harus mampu tumbuh dan maju selaras dengan kota. Pembangunan desa yang berkelanjutan akan memperkuat pembangunan daerah secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Indeks Desa menjadi indikator tunggal pembangunan desa sejak 2025, menggantikan sejumlah indeks sebelumnya. Pengukuran ini mencakup enam dimensi, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan.

Said menekankan pentingnya perencanaan berbasis data, pelaksanaan yang transparan, serta evaluasi terukur dalam meningkatkan status kampung. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan metode penilaian berpotensi memengaruhi status kampung, sehingga diperlukan kesiapan seluruh pihak.

Saat ini, di Berau tidak ada lagi kampung berstatus tertinggal. Namun, pemerintah daerah menargetkan peningkatan status kampung berkembang menjadi maju, serta kampung maju menjadi mandiri pada 2026, sekaligus mempertahankan 22 kampung mandiri yang telah ada.

Untuk mencapai target tersebut, Said menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah kampung, pendamping desa, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah. “Tidak cukup hanya mengandalkan dana desa, tetapi juga kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjut Said, akan terus memberikan dukungan melalui pendampingan teknis, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan sarana teknologi informasi.

Ia berharap kegiatan bimbingan teknis ini tidak sekadar formalitas, melainkan menjadi momentum peningkatan kapasitas aparatur kampung dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Mari kita wujudkan Kampung yang berdaya, Mandiri, dan Sejahtera, menuju Berau yang lebih maju dan bermartabat menuju Indonesia Emas tahun 2045,” tutupnya. (ADV/Pan).