IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Kelanjutan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Berau Tahun Anggaran 2025, DPRD Kabupaten Berau masih terus mendalami serta mengkaji untuk tahun anggaran mendatang.

DPRD Berau menegaskan akan memprioritaskan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan bahwa setiap komisi akan lebih selektif dalam menyetujui anggaran, dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti infrastruktur jalan dan jembatan.

“Prioritas ke depan adalah pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat, terutama infrastruktur jalan dan jembatan,” ujar Dedy, Senin (21/04/2026) kemarin.

Ia menjelaskan, pembahasan LKPJ masih dalam tahap evaluasi dan pendalaman oleh masing-masing komisi. Hasil akhir dari pembahasan tersebut akan dipaparkan secara terbuka, termasuk dalam rapat paripurna DPRD.

Menurut Dedy, dari hasil analisis sementara, masih terdapat sejumlah program yang dinilai belum optimal dan perlu perbaikan. DPRD juga akan membandingkan laporan pemerintah daerah dengan hasil kajian pihak eksternal untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan dan realisasi di lapangan.

Sejumlah sektor menjadi perhatian, di antaranya pembangunan infrastruktur yang belum terealisasi sejak beberapa tahun terakhir, termasuk proyek jalan dan jembatan yang dinilai penting untuk mendukung konektivitas wilayah.

DPRD, lanjut Dedy, akan mendorong percepatan realisasi proyek-proyek tersebut, termasuk kemungkinan memperjuangkannya melalui dukungan anggaran di tahun mendatang.

Namun demikian, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan prioritas pembangunan. Karena itu, DPRD akan mencermati secara detail program pemerintah agar tidak mengabaikan aset strategis daerah.

“Efisiensi tetap menjadi landasan, tetapi kita juga harus memastikan aset daerah yang bernilai besar tidak terbengkalai,” katanya.

Selain itu, DPRD juga membuka peluang pembahasan alternatif solusi, termasuk pengembangan jalur konektivitas baru yang dinilai dapat mempercepat akses antarwilayah.

Dedy menegaskan, seluruh proses pembahasan akan dilakukan secara transparan dan terbuka, dengan harapan menghasilkan rekomendasi yang tepat guna bagi pembangunan daerah ke depan. (ADV/Pan).