Koperasi Sinar Agro Dukung UMKM Berau Buka Akses Pasar Global Lewat Alibaba.com
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Upaya mendorong dan mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Berau menembus pasar internasional terus diperkuat. Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) melalui Koperasi Sinar Agro berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menghadirkan platform digital marketplace Alibaba.com dalam sebuah forum presentasi dan diskusi di Hotel SM Tower, Tanjung Redeb, Rabu (22/04/2026).
Kegiatan yang diikuti 30 pelaku UMKM ini menghadirkan Bambang Wijaya dari Yogyakarta perwakilan official lighter atau mitra resmi Alibaba untuk Indonesia, sebagai narasumber. Program tersebut didukung melalui dana tanggung jawab sosial (CSR) Koperasi Sinar Agro Muhammadiyah yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai langkah konkret membuka peluang pasar lebih luas bagi UMKM lokal.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Koperasi Sinar Agro dan UMB yang telah menginisiasi program ini. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas,” ujarnya.
Menurut Eva, digitalisasi menjadi kunci agar produk lokal tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Wahid Hasyim. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus akses strategis bagi pelaku usaha untuk memahami mekanisme ekspor.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi juga membuka wawasan bagaimana UMKM bisa memasarkan produknya secara lebih luas, UMKM sekarang harus melek digital,” katanya.
Selain itu, ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen membina UMKM agar lebih kompetitif. Selain persoalan permodalan, kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM selama ini adalah keterbatasan akses pasar.
Melalui kehadiran perwakilan Alibaba, pelaku UMKM diperkenalkan pada sistem perdagangan global, mulai dari strategi pemasaran digital, proses transaksi ekspor, hingga perizinan.
Bahkan, dalam forum tersebut disebutkan peluang ekspor mulai terbuka, salah satunya untuk produk kerajinan rotan yang direncanakan menembus pasar Afrika dan Eropa.
Berau sendiri dinilai memiliki beragam potensi produk unggulan, mulai dari kerajinan rotan, madu, hingga produk olahan lokal yang memiliki nilai jual di pasar internasional.
Meski jumlah peserta dibatasi, antusiasme pelaku UMKM cukup tinggi. Penyelenggara menyebut kegiatan serupa akan terus diupayakan sebagai bagian dari program berkelanjutan dalam mendorong UMKM naik kelas.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berharap tercipta ekosistem usaha yang lebih kuat, tidak hanya dari sisi jumlah pelaku usaha, tetapi juga kualitas dan nilai transaksi yang dihasilkan.
“Targetnya jelas, UMKM Berau tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing dan tumbuh di pasar global,” ujar salah satu penyelenggara. (*/Pan).


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.