Kelapa Genjah Jadi Solusi Perkebunan Pesisir Berau
OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mendorong pengembangan komoditas kelapa genjah sebagai alternatif perkebunan selain kelapa sawit, khususnya di wilayah pesisir.
Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan pengembangan kelapa genjah merupakan inovasi yang sejalan dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait diversifikasi komoditas perkebunan di daerah.
“Kelapa dalam ini sebenarnya salah satu rekomendasi BPK, bahwa potensi pengembangan perkebunan di Berau tidak hanya kelapa sawit, tetapi juga kelapa,” ujar Lita.
Ia menjelaskan, sentra kelapa di Kabupaten Berau selama ini berada di wilayah pesisir seperti Kecamatan Biatan, Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk. Namun, sebagian besar tanaman kelapa di kawasan tersebut sudah berusia tua, bahkan mencapai 30 tahun, dengan kondisi pohon yang tinggi serta produktivitas yang menurun.
“Atas arahan Ibu Bupati, kelapa yang sudah tua ini akan diganti dengan kelapa genjah,” jelasnya.
Menurut Lita, kelapa genjah memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya masa panen yang lebih singkat dan tinggi pohon yang relatif rendah, sehingga memudahkan perawatan serta proses panen. Karena itu, program pengembangan kelapa genjah menjadi salah satu prioritas Dinas Perkebunan Berau.
Meski demikian, pelaksanaan program masih dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran daerah. Saat ini, prioritas utama pengembangan perkebunan masih difokuskan pada komoditas kakao, sementara kelapa genjah berada pada prioritas kedua.
“Saat ini prioritas utama kami masih pengembangan kakao, dan kelapa genjah menjadi prioritas kedua,” katanya.
Untuk mempercepat realisasi program, Dinas Perkebunan Berau terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat guna memperoleh dukungan, khususnya bantuan bibit. Bahkan, pihaknya telah mengusulkan pengembangan kelapa genjah seluas 100 hektare melalui anggaran pusat.
“Mudah-mudahan bisa direalisasikan. Kalau yang murni dari anggaran daerah, luasnya masih sangat terbatas, hanya sekitar 4 hektare,” ungkap Lita.
Ia berharap pada tahun 2026 mendatang, bantuan pengembangan kelapa genjah dari pemerintah pusat dapat dialokasikan untuk Kabupaten Berau.
“Kita masih terus mengupayakan, mudah-mudahan bisa terealisasi,” pungkasnya. (*/)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.