IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan berencana menggelar pasar ikan murah secara rutin sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, mengatakan program tersebut akan dilaksanakan di 13 kecamatan di Berau secara berkala dengan menyesuaikan kondisi harga ikan di pasaran.

“Rencananya kita laksanakan sebulan sekali, terutama saat harga ikan di pasar mulai tinggi. Ini bagian dari upaya pemerintah mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.

Menurut Majid, pasar ikan murah juga menjadi langkah untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh ikan dengan harga terjangkau, terutama saat pasokan sedang terbatas.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan pasar murah kali ini pemerintah menyiapkan sekitar 6,2 ton ikan laut dan 200 kilogram ikan tawar. Jumlah tersebut masih dapat ditambah apabila antusiasme masyarakat meningkat.

“Kalau memang animo masyarakat tinggi, jumlah ikan bisa kita tambah sampai delapan atau sembilan ton,” katanya.

Majid menyebut seluruh pasokan ikan berasal dari hasil tangkapan nelayan lokal yang dikoordinasikan bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan para pelaku usaha perikanan di Berau.

“Kami berkoordinasi dengan HNSI dan para agen penampung agar stok ikan tetap tersedia untuk kegiatan pasar murah,” ucapnya.

Lebih lanjut, fokus utama Pemkab Berau di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu yang telah beroperasi sejak 1 Mei 2026 lalu. Menurutnya, keberadaan TPI tersebut penting untuk mengontrol produksi ikan yang masuk sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan ikan secara langsung.

“TPI Tanjung Batu ini kita siapkan untuk membantu pengendalian produksi ikan sekaligus mempermudah masyarakat berbelanja ikan,” tuturnya.

Meski fasilitas di kawasan TPI masih dalam tahap penyempurnaan, pemerintah memastikan aktivitas jual beli tetap berjalan secara bertahap

Majid menegaskan pasar ikan murah bukan bertujuan menjatuhkan harga pedagang di pasar tradisional, melainkan menjaga keseimbangan harga agar tetap stabil di masyarakat.

“Kita tidak mensubsidi harga secara penuh. Tujuannya bagaimana harga ikan bisa lebih terjangkau, tapi pedagang juga tetap tidak dirugikan,” jelasnya.

Ia mengatakan Pemkab Berau nantinya akan mempertimbangkan pelaksanaan pasar murah di sejumlah kecamatan lain, terutama wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kebutuhan ikan cukup tinggi.

“Ke depan kita ingin kegiatan seperti ini bisa menjangkau lebih banyak kecamatan,” pungkasnya. (*/Pan).