IKLAN VIDEO LIST

OKEGAS.ID, Tanjung Redeb – Revitalisasi gedung bioskop bersejarah di kawasan Kota Tua Teluk Bayur tidak hanya diarahkan sebagai upaya mempercantik bangunan lama, tetapi juga diproyeksikan menjadi ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Berau.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mempercepat penataan kawasan wisata sejarah tersebut. Selain bioskop lama, revitalisasi juga mencakup museum batubara, gapura kawasan, hingga konsep pedestrian yang terhubung dalam satu jalur wisata berjalan kaki atau walking tour.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pengembangan kawasan wisata sejarah harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kecil dan komunitas kreatif.

“Jangan sampai bangunannya bagus, tapi aktivitas di dalamnya tidak berjalan. Yang kita inginkan kawasan ini hidup dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gedung bioskop lama nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat hiburan, tetapi juga ruang pertunjukan seni, pemutaran film, hingga kegiatan komunitas lokal.

“Kita ingin ada ruang kreatif baru di Berau. Anak-anak muda, komunitas seni, pelaku UMKM bisa terlibat menghidupkan kawasan Kota Tua,” katanya.

Menurut Yudha, pengembangan wisata perkotaan di Berau memang perlu diperkuat agar tidak hanya bergantung pada sektor wisata bahari. Karena itu, kawasan Teluk Bayur dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Kota Tua Teluk Bayur punya nilai sejarah yang kuat. Ini yang ingin kita angkat menjadi daya tarik wisata baru di Berau,” ucapnya.

Selain revitalisasi bangunan, Disbudpar juga menyoroti pentingnya penataan fasilitas pendukung seperti kebersihan kawasan, parkir, hingga kenyamanan pengunjung.

“Wisata itu bukan hanya objeknya, tapi bagaimana pengunjung merasa nyaman saat datang. Kebersihan dan penataan kawasan juga menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Sementara itu, revitalisasi bioskop dilakukan dengan tetap mempertahankan bentuk asli bangunan agar nilai sejarahnya tidak hilang. Pemerintah daerah berharap kawasan tersebut nantinya menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat sekitar. (*/Pan).